Pria Aceh Utara Tembak Kepala Eks GAM Hingga Tewas, Diduga Bermotif Dendam

Menurut polisi, korban diduga ditembak dari jarak sekitar 15 meter.
Lokasi Penembakan eks GAM. Polisi melakukan identifikasi tempat kejadian perkara pasca-penembakan. | Foto: ACEHSATU.COM/SYahrul Usman|

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Pria Aceh Utara Tembak Kepala Eks GAM Hingga Tewas, Diduga Bermotif Dendam.

M Yusuf alias Buraq (46), mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meninggal dunia usai ditembak menggunakan senapan laras panjang jenis soft gun, Selasa (1/2/2022).

Pasca-penembakan polisi langsung melakukan penyelidikan.

Diketahui korban tercatat sebagai warga Desa Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.

Penembakan diduga dilakukan oleh pria berinisial AL (25) wiraswasta, warga Desa Alue Ngom Kecamatan Nibong, Aceh Utara, yang kini dalam perburuan petugas.

Kejadian penembakan berada persis di depan sebuah kios kelontong di Desa Alue Ngom Kecamatan Nibong.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal melalui Kapolsek Nibong Ipda Muslim mengatakan polisi telah mengantongi data pelaku dan motif penembakan. Pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian karena melarikan diri.

“Kejadian tersebut berawal pada dua hari sebelumnya tanggal 26 Februari 2022. Dimana terjadi cekcok mulut antara korban MY (M Yusuf) dan AM (abang kandung pelaku), dan korban sering mengancam dengan mendatangi rumah AM, sehingga adiknya AL (pelaku) merasa tidak terima dengan perlakuan MY terhadap abangnya,” terang Kapolsek.

Dijelaskan, cekcok atau perselisihan tersebut turut diketahui perangkat desa setempat. Sehingga perangkat desa berinisiatif memfasilitasi musyawarah untuk mendamaikan kedua belah pihak pada Senin (28/2/2022) sekitar pukul 19.40 WIB bertempat di meunasah Desa Alue Ngom.

Namun, pada hari Selasa (1/3/2022) sekira pukul 11.00 WIB, korban MY yang sedang duduk di kios kelontong milik Sayuti tiba-tiba ditembak di bagian kepala.

Menurut polisi, korban diduga ditembak dari jarak sekitar 15 meter.

Tak berhenti sampai di situ, usai menembak korban, pelaku turut melakukan penganiayaan berat dengan memukul korban menggunakan senapan angin pada kepala bagian belakang MY.

Sehingga korban MY pun jatuh bersimbah darah.

Setelah puas dengan aksinya itu, kemudian pelaku langsung melarikan diri sambil menenteng senapan angin laras panjang warna hitam .

Kapolsek mengatakan, dugaan awal terjadinya penembakan tersebut dipicu oleh motif dendam pelaku terhadap korban.

Pelaku disebutkan tidak terima atas perlakuan MY terhadap abang kandungnya AM.

“Sampai saat ini, pelaku AL masih dalam pengejaran,” tandas Kapolsek. (*)