Presiden Jokowi Tidak Takut Ancaman Uni Eropa Terkait Stop Ekspor Bahan Mentah

Meski begitu, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan langkah menghentikan ekspor bahan mentah merupakan langkah yang tepat. "Tapi yang ini benar, setop itu bener. Kita tahu karena dari Rp15 triliun melompat menjadi Rp300 Triliun," tutur Jokowi.
Joko Widodo
Kasus Harian Corona Dekati Puncak Sesuai Prediksi, Ini Permintaan Jokowi ke Warga RI. | Foto: Biro Pers Istana.

ACEHSATU.COM | Jakarta – Presiden Jokowi mengaku tidak takut dengan ancaman Uni Eropa terkait kebijakannya menghentikan ekspor bahan mentah. Justru dirinya akan menambah penghentian ekspor bahan mentah lainnya.

Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan, langkah menghentikan ekspor bahan mentah merupakan langkah yang tepat. Jika bahan mentan kita stop ekspor investasi di dalam negeri akan naik.

Jokowi mengaku terkait stop ekspor bahan baku telah disampaikannya saat acara G20 di Italia.

“Begitu kita bilang setop nikel, setop ekspor bahan mentah, ya kita digugat ama Uni Eropa. Belum rampung sampai sekarang. Nggak apa-apa, ini belum rampung saya udah perintah lagi bauksit tahun ini stop, biar digugat lagi,” ujar Jokowi, Jumat, 11 Maret 2022 seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com. Minggu (13/3/2022)

Dia mengatakan tidak masalah jika Indonesia digugat oleh Uni Eropa, karena belum tentu gugatan tersebut menang.

“Bauksit setop tahun depan, setop lagi tembaga atau timahnya, biar digugat lagi. Nggak apa-apa digugatin terus, belum tentu kita kalah tapi belum tentu juga kita menang,” ujar Jokowi.

“Tapi keberanian itu harus kita lakukan, kalau kita nggak pernah mencoba kita nggak akan tahu kita menang atau kalah kita bener atau nggak bener,” ucapnya menambahkan.

Meski begitu, orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan langkah menghentikan ekspor bahan mentah merupakan langkah yang tepat.

“Tapi yang ini benar, setop itu bener. Kita tahu karena dari Rp15 triliun melompat menjadi Rp300 Triliun,” tutur Jokowi.

Dia kemudian mengungkapkan apa saja yang akan terjadi jika seluruh bahan mentah berhenti diekspor Indonesia.

“Apa yang terjadi kalau ini kita setop semuanya? investasi di dalam negeri akan naik tinggi sekali, yang dari luar masuk juga ada Capital inflow yang itu juga akan memunculkan nilai tambah yang luar biasa,” ujar Jokowi.

“Dan barang-barang seperti litium baterai, TV baterai, kendaraan listrik, sodium ion, semikonduktor, semuanya akan diproduksi di dalam negeri karena bahan bakunya kita setop,” katanya menambahkan.

Jokowi mengatakan dia juga telah menyampaikan permasalahan tersebut pada saat acara G20 di Italia.

“Saya sampaikan saat G20 di Itali, Indonesia ini tidak tertutup, kita ini terbuka, tapi industrinya jangan di tempatmu terus dong. Separuh bawa di Indonesia atau semuanya bahwa di Indonesia, kita terbuka,” ujarnya.

Jokowi menekankan bahwa negara-negara tersebut bisa melakukan kerja sama maupun berdiri sendiri, tetapi harus di Indonesia.

“Bisa kamu kerjasama dengan BUMN kita, bisa kamu kerjasama dengan swasta kita, atau kamu sendirian juga nggak apa-apa, tapi di Indonesia,” ucapnya.

Jokowi menekankan tidak bisa menerima jika negara-negara luar yang terus diuntungkan dengan ekspor bahan mentah dari Indonesia.

Akan tetapi, Indonesia tidak mendapat apa-apa dari kegiatan mengirimkan bahan mentah ke negara Eropa tersebut.

“Enak banget kita setor mereka bahan bakunya, nilai tambahnya bisa 14 kali sampai 20 kali lipat kalau kita hanya setor material, enak banget. Pajak mereka yang dapat, membuka lapangan pekerjaan mereka yang dapat, terus kita dapat apa?,” tutur Jokowi.

Dia pun menekankan tidak takut dengan gugatan yang dilayangkan Uni Eropa, dan justru menantang mereka untuk melakukannya.

“Kita ditakut-takuti terus, tak gugat di WTO, tak gugat di WTO, gugatlah,” kata Jokowi. (*)