Potensi Kandungan Gas di Laut Aceh Diuji Oleh Premier Oil dan Lakukan Pengeboran Eksplorasi

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus mengatakan pihaknya akan terus mendorong KKKS untuk melakukan kegiatan pengeboran yang masif dalam upaya mengejar target produksi 1 juta barel dan 12 BSCFD pada 2030. 
Premier Oil uji potensi kandungan gas di laut Aceh
Dokumentasi. Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat

ACEHSATU.COM | Jakarta – Potensi kandungan gas di laut Aceh diuji oleh Premier Oil dan lakukan pengeboran eksplorasi

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil kini melakukan pengeboran eksplorasi untuk menguji dan mengevaluasi kandungan gas bumi yang ada pada struktur Timpan-1 bagian barat Blok Andaman II yang terletak di perairan Aceh. 

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan pengeboran eksplorasi itu dilakukan sejak 10 Mei 2022 dan akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan. 

“Penemuan cadangan migas yang baru menjadi salah satu target SKK Migas dan akan berperan penting dalam upaya meningkatkan produksi hulu migas secara berkelanjutan

untuk mencapai target jangka panjang tahun 2030, yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” kata Julius dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat. 

Perusahaan minyak asal Inggris yang telah menjalin kontrak dengan SKK Migas itu melakukan pengeboran secara vertikal menggunakan anjungan pengeboran Drill Ship West Capella. 

Sumur itu ditajak dengan rencana kedalaman akhir pada 14.457 kaki, sehingga pengeboran tersebut termasuk ke dalam kategori laut dalam atau deepwater.

Saat ini status operasi pengeboran sumur Timpan-1 sedang melakukan pengeboran lubang 26 inci. “Ke depan, potensi hulu migas akan didominasi dari laut dalam, maka keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 diharapkan dapat lebih mendorong investor untuk lebih berinvestasi di pengeboran laut dalam,” kata Julius. 

Tahun ini, SKK Migas dan KKKS telah menetapkan target sumur pengeboran eksplorasi sebanyak 42 sumur guna mendorong penemuan baru minyak dan gas bumi. 

Hingga triwulan pertama 2022, realisasi sumur pengeboran eksplorasi baru mencapai lima sumur. Angka itu lebih besar bila dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak empat sumur. 

Adapun sampai dengan April 2022, pengeboran sumur eksplorasi sudah mencapai tujuh sumur atau sebesar 31 persen dari target tahun ini. 

Lebih lanjut Julius menyampaikan bahwa dengan semakin terkendalinya pandemi COVID-19 serta pelonggaran mobilitas, maka triwulan kedua tahun ini SKK Migas dan KKKS akan meningkatkan mobilitas untuk pelaksanaan program pengeboran sumur eksplorasi. 

Sebelumnya, SKK Migas Sumatra Bagian Utara bersama Premier Oil Andaman Limited telah melaksanakan sosialisasi pengeboran sumur Timpan-1 kepada pemangku kepentingan di Provinsi Aceh maupun kabupaten/kota yang berada pada daerah operasional perusahaan. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus mengatakan pihaknya akan terus mendorong KKKS untuk melakukan kegiatan pengeboran yang masif dalam upaya mengejar target produksi 1 juta barel dan 12 BSCFD pada 2030. 

Pengeboran sumur Timpan-1 yang dilakukan oleh Premier Oil merupakan bagian dari empat sumur eksplorasi yang akan dibor di wilayah Aceh. 

Sepanjang 2022, KKKS merencanakan kegiatan pengeboran 13 sumur pengembangan dan empat sumur eksplorasi di Aceh. 

“Kami mengapresiasi Premier Oil yang melakukan pengeboran laut dalam perdana tahun ini yang masuk dalam perairan Aceh,” kata Rikky.