Pospera Polisikan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Ini Penyebabnya

Staf khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga dilaporkan ke Bareskrim Polri. Arya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melalui media elektronik.

ACEHSATU.COMStaf khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga dilaporkan ke Bareskrim Polri. Arya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melalui media elektronik.

Pelaporan diajukan langsung oleh Ketua Umum Pospera Mustar Bona Ventura di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/11/2020). Laporan Pospera diterima polisi dengan bernomor LP/B/0647/XI/2020/BARESKRIM.

“Pertama, dasar kita kenapa kita melaporkan, kita sebagai warga negara punya hak yang sama untuk melakukan pelaporan, apalagi kita sebagai organisasi perkumpulan berbadan hukum, organisasi, Pospera, Posko Perjuangan Rakyat, dalam hal ini merasa sangat dirugikan, dicemarkan nama baik, kehormatan organisasi, maka, mau tidak mau kami harus melaporkan atas tindakan yang tidak bertanggung jawab, atas fitnah yang dilakukan oleh Jubir Kementerian BUMN, Staf Khusus Kementerian BUMN, dalam hal ini Arya Sinulingga,” kata Bona di Bareskrim Polri. Seperti dikutip detikcom.

Arya Sinulingga (detikcom)

Adapun pernyataan Arya yang persoalkan adalah soal BUMN merugi karena komisaris Pospera tidak benar. Bona menyebut pernyataan yang dilontarkan Arya itu ada dalam chat grup WhatsApp (WA).

“Pertama, menurut kami, itu menyebarkan informasi yang tidak benar. Kedua, tidak boleh pejabat negara, dalam hal ini Staf Khusus Kementerian BUMN menyampaikan informasi yang menurut saya bernada kebohongan, dan hari ini fakta-fakta yang kita sangkal, kita bawa sebagai bahan bukti bahwa yang disampaikan oleh Jubir Kementerian BUMN itu tidak benar. Pertama yang disampaikan bahwa karena komisaris Pospera-lah kemudian BUMN merugi, percakapan di WA group,” papar Bona.

Pospera juga membawa sejumlah bukti. Bukti tersebut adalah laporan keuangan perusahaan-perusahaan BUMN yang dipimpin anggota Pospera.

“Lalu kemudian kita bawa bukti-bukti laporan keuangan dari masing-masing perusahaan, teman-teman yang ditugaskan presiden menjadi komisaris BUMN,” terang Bona.

“Trennya, laba selama kita diangkat, masa pengangkatan, trennya semua untung, dan menurut saya menghasilkan, apa, deviden untuk negara,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bona menuturkan pernyataan yang disampaikan oleh Arya tidak sesuai dengan data. Bona menyebut pernyataan tanpa data yang disampaikan Arya sebagai upaya menyebarkan kebencian.

“Artinya, jubir Arya Sinulingga ini tidak menguasai data, asal bicara, tanpa data, dan ini menyebarkan kebencian yang menurut kami sangat tidak elok,” tuturnya. (*)