oleh

Pondok Pesantren Alif Laam Miim Butuh Sentuhan Pemerintah

Laporan Rinto Berutu

ACEHSATU.COM | SUBULUSSALAM – Yayasan Pondok Pesantren Alif Laam Miim yang terletak di perbukitan Gampong Rantau Panjang Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam membutuhkan sentuhan pemerintah.

Yayasan yang didirikan Mahrudin Sinaga sejak tahun 2017 itu kini mengalami kemajuan pesat, meski tak sedikit kendala dihadapi akibat berbagai keterbatasan dari sisi sarana, prasarana dan infrastruktur lainnya.

“Alif Laam Miim, kita dirikan pada tahun 2017 berkat inspirasi bersama sahabat saya Ustaz Zul Hendra, yang adalah pimpinan yayasan ini,” ujar Mahrudin yang juga menjabat sebagai Kepala Gampong Pasir Panjang sekaligus sebagai pembina di pesantren Alif Laam Miim, kepada ACESAHTU.COM, Rabu (1/6/2020).

Disebutkan, semangat awal mendirikan yayasan itu semata-mata panggilan nurani mengingat di kecamatan mereka yaitu Longkib, belum tersedia sarana menimba ilmu agama bagi anak-anak sekitar.

“Kecamatan Longkib belum ada pesantren, jadi Alif Laam Miim satu-satunya pesantren untuk menimba ilmu agama Islam bagi anak-anak kami,” ungkapnya.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Alif Laam Miim, Ustaz Zul Hendra kepada ACEHSATU.COM, mengatakan bahwa saat ini santriwan/ santriwati yang mondok yayasan itu berjumlah 102 Orang. Jumlah tersebut menurutnya tidak sebanding dengan daya tampung asrama yang kian mengalami kepadatan.

“Alhamdulillah santri kami berjumlah 102 Orang, sehingga kami mengalami kepadatan karena asrama kurang memadai,” kata Ustaz Zul Hendra.

Selain keluhan gedung asrama dia juga mengaku kesulitan pasokan air untuk kebutuhan sehari hari, lantaran lokasi pesantren yang terletak di perbukitan.

“Kami juga kesulitan pasokan air, selain itu, infrastruktur akses jalan yang masih bebatuan dan berlumpur,” akunya.

Karenanya Ustaz Zul Hendra berharap, baik Pemerintah Kota Subulussalam maupun Provinsi bersedia memberikan perhatian dan solusi bagi santri/santriwati yang mendalami Ilmu Tahfidz Qur’an, Tahfidz Hadist, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris serta penguatan Ahklaq di pesantren Alif Laam Miim.

Sementara itu pantauan media ini saat melihat langsung keadaan pesantren tampak memprihatinkan dengan kondisi sarana dan prasarana seadaanya.

Selain infrastruktur pesantren yang didominasi dari kayu di atas perbukitan bebatuan, bangunan seperti gedung asrama, mushalla juga tampak seadanya. Minimnya pasokan air bersih juga menjadi kebutuhan serius bagi Pondok Pesantren Alif Laam Miim di Perbukitan Rantau Panjang itu. (*)

Indeks Berita