Polri Tangkap Tiga Tersangka Teroris Di Bengkulu

"(Sebanyak) 3 TO (target operasi) ini terlibat tindak pidana terorisme, di mana CA terlibat sebagai Ketua JI Cabang Bengkulu yang tugasnya adalah merekrut, bersama M dan R,"
Hina Polri dan Injak Bendera Merah Putih
Ilustrasi. Kabid Humas Polda Aceh mengonfirmasi seorang nelayan di Aceh Selatan berinisial MU ditangkap karena video TikTok menghina Polri dan Merah Putih. (Istockphoto/D-Keine

ACEHSATU.COM | Jakarta – Polri Tangkap Tiga Tersangka Teroris Di Bengkulu. Bebersps hari terakhir kasus teroris kembali mencuak dipermukaan publik, tersangka teroris kembali di tangkap. Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga tersangka teroris berinisial CA, M, dan R di Bengkulu kemarin.

Ketiganya diduga memiliki peran yang beragam, dari menggalang dana, melakukan perekrutan, hingga menyembunyikan buronan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan ketiganya berasal dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) cabang Bengkulu. CA merupakan Ketua JI Bengkulu yang bertugas merekrut anggota.

“(Sebanyak) 3 TO (target operasi) ini terlibat tindak pidana terorisme, di mana CA terlibat sebagai Ketua JI Cabang Bengkulu yang tugasnya adalah merekrut, bersama M dan R,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah dan Amankan Satu Orang Terduga Teroris

Ramadhan membeberkan ketiga tersangka tersebut berasal dari jaringan JI Bengkulu. Mereka terhubung dengan JI cabang lain, seperti Palembang, Riau, dan Sumatera Utara (Sumut).

Adapun para tersangka sudah berbaiat kepada JI sejak 1999.

“Mereka sudah berbaiat kepada JI sejak 1999,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan ketiga tersangka teroris ini aktif menggalang dana hingga menyembunyikan buron. Hal tersebut didukung oleh keterangan dan alat bukti yang didapat Densus 88.

“Dari keterangan dan alat bukti yang didapat, mereka aktif dalam perekrutan, penggalangan dana, dan memfasilitasi pelaku atau DPO untuk sembunyi atau melarikan diri,” imbuh Ramadhan.

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan tiga orang di lokasi berbeda di Bengkulu. Mereka yang diamankan berprofesi petani hingga dosen di universitas.

Penangkapan pertama adalah seorang petani, MT, di Desa Bajak 1, Kecamatan Tabah Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. MT kabarnya tinggal di Desa Bajak selama 16 tahun.

“Selama ini MT tidak terlihat memiliki gerak-gerik mencurigakan dan merupakan petani cabai di desa,” kata Darsono Kepala Desa Bajak 1 saat dikonfirmasi.

Selain MT, Densus 88 mengamankan RH seorang dosen di salah satu universitas di Bengkulu. Terduga teroris ini ditangkap di Kelurahan Tebeng, Kota Bengkulu, Rabu (9/2), di sebuah yayasan tempat RH bekerja.

WS istri terduga RH mengatakan tim Densus menangkap suaminya saat sedang bekerja. Selain itu, menggeledah rumah dan membawa buku-buku serta dokumen.

“Suami saya seorang ustaz yang biasa mengisi dakwah, dan seorang dosen, bukan teroris, bahkan juga seorang ketua RT ditempat tinggal kami,” kata WS saat diwawancarai, Kamis (10/2).