Polri Gandeng FBI Buru Pendeta Saifuddin Ibrahim

Menurut Irjen Dedi, dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa Saifuddin Ibrahim saat ini berada di luar negeri.
Polri buru pendeta Saifuddin
ILUSTRASI - Polri gandeng FBI buru pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses. | Foto: Michael Parmelee/CBS

Polri Gandeng FBI Buru Pendeta Saifuddin Ibrahim.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Jajaran Polri serius menangani kasus dugaan penistaan agama dilakukan pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses.

Sebagai buktinya, Polri bahkan berkoordinasi langsung dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk melacak keberadaan sang pendeta yang diduga kabur ke Amerika Serikat.

Kasus penistaan dan ujaran kebencian pendeta Saifuddin Ibrahim ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Kasus ini mencuat setelah pernyataan Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses yang meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat dalam Al Quran.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 atas nama pelapor Rieke Vera Routinsulu.

“Berdasarkan laporan tersebut Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melaksanakan penyelidikan terkait dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) oleh Saudara Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses,” kata Dedi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Dalam laporan tersebut, Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses dilaporkan dengan persangkaan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan/ atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut Irjen Dedi, dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa Saifuddin Ibrahim saat ini berada di luar negeri.

“Penyidik melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham terkait dugaan keberadaan Saudara SI di Amerika Serikat,” kata Dedi.

Penyidik juga melakukan koordinasi dengan Kemenlu terkait dugaan keberadaan Saifuddin Ibrahim di Amerika Serikat.

“Penyidik melakukan koordinasi dengan Legal Attache FBI,” ujar Dedi.

Pendeta Saifuddin Ibrahim
Pendeta Saifuddin Ibrahim | Foto tangkapan layar

Selain itu, penyidik telah melakukan permintaan keterangan para ahli, di antaranya ahli bahasa, ahli sosiologi hukum, ahli agama Islam, dan ahli pidana.

Pendeta Saifuddin Ibrahim viral setelah videonya yang tayang di media sosial diprotes banyak pihak.

Saifuddin dalam tayangan yang viral itu, meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat di dalam Al Quran yang dicetak di Indonesia.

“300 ayat (di Al Quran, Red) yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama, itu di-skip, atau direvisi, atau dihapuskan dari Al Quran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” kata Saifuddin dalam videonya yang viral di media sosial.

Sejauh ini, video itu tidak lagi ditemukan di akun Youtube pribadi Saifuddin Ibrahim, tetapi rekamannya telah tersebar di berbagai media sosial, misalnya Twitter dan Youtube.

Saifuddin Ibrahim belum dapat dihubungi untuk diminta konfirmasi soal permintaannya kepada Menteri Agama RI yaitu menghapus ayat-ayat Al Quran. (*)