Polres Langsa: Kasus Kriminal Tahun 2020 Mengalami Penurunan

Polres Langsa merilis penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yakni 25 persen.
Polres Langsa
Polres Langsa merilis penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yakni 25 persen. Foto Marida Fitriani

ACEHSATU.COM | LANGSA – Polres Langsa merilis penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yakni 25 persen.

Tahun 2019, Polres Langsa menangani sedikitnya 407 kasus sedangkan pada tahun 2020 ada 376 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Langsa , AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH saat menggelar Konfrensi Pers akhir tahun di Aula Mapolres setempat, Kota Langsa, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, untuk kasus konvensial kasus tertinggi yaitu kasus curat sebanyak 77 kasus ada 44 laporan dan diungkap 57 orang sejumlah uang dan barang hasil kejahatan berhasil di sita dari tersangka, ungkap Agung Kanigoro dihadapan para wartawan .

Selanjutnya, Kasus Curamor ada 67 laporan 30 terungkap 38 orang dan ada 22 unit sepeda motor yang berhasil ditemukan.

Pencurian biasa ada 66 laporan 53 ungkap 43 orang dan sejumlah uang serta barang hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan tersangka.

 Dan kasus penggelapan ada 28 laporan, 24 terungkap 19 orang sejumlah uang dan barang hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan tersangka. Kasus penipuan ada 27 laporan 20 ungkap ada 16 orang sejumlah uang hasil penipuan yang dilakukan oleh tersangka.

“Kasus pencabulan ada 14  laporan 12 terungkap 12 orang dengan hasil yang telah di visum dan kasus curas ada 8 laporan 2 terungkap 3 orang sejumlah uang serta barang hasil kejahatan berhasil disita dari tangan tersangka,” ungkap Kapolres.

Sementara untuk kasus yang menonjol yang di tangani Sat Reskrim sepanjang tahun 2020 diantaranya peredaran uang palsu dengan modus operandi membeli barang dengan menggunakan uang palsu dengan barang bukti 23 lembar uang palsu pecahan 50.000 dan 3 lembar uang palsu pecahan 100.000.

Kemudian juga ada Laporan palsu modus operandinya laporan palsu kasus curamor di karenakan ranmornya masih kridit dan TSK membuat laporan palsu agar terhapus dari pembayaran kredit ranmor dengan barang bukti 1 lembar laporan polisi dan 1 unit sepeda motor.

Ditambahkannya , ada pencurian dengan pemberatan modus operandinya membobol toko milik orang lain serta mengambil barang isi milik toko tanpa ijin pemiliknya dengan barang bukti uang tunai Rp 4.000.000 obeng 1 buah sepeda motor 1 unit dan sejumlah pakaian hasil dari pencurian.

Ada juga pencurian dengan pemberatan modus operandinya masuk kedalam toko dengan merusak atap toko dan mengambil 57 unit HP berbagai merk tanpa ijin dari pemiliknya barang bukti 48 unit HP dan uang tunai Rp 3.950.000.

Polres Langsa
Polres Langsa merilis penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yakni 25 persen. Foto Marida Fitriani

Untuk kasus pemerkosaan di sertai dengan kasus pembunuhan mudus operandinya melakukan pemerkosaan serta melakukan pembunuhan terhadap anak korban dengan barang bukti 1 buah senjata tajam jenis parang, kata Kapolres Langsa.

Dilanjutkan dengan kasus yang di tangani oleh Sat Narkoba Polres Langsa, narkotika pada tahun 2019 sebanyak 127 kasus dan pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 120 kasus jadi ada penurunan 7 Kasus di tahun 2020.

Pada tahun 2020 kasus narkotika dengan status pekerja wiraswasta 123 orang, tani/nelayan ada 13 orang, napi 10 orang, PNS  7 orang, IRT 5 orang, pelajar 3 orang mahasiswa 2 orang, Polri 1 orang dan dokter 1 Orang.

“Barang bukti yang diamankan pada tahun 2020 sabu-sabu sebanyak 3.598,81 tram dan tanja Sebanyak 37.369 gram,” sebut Kapolres.

Untuk data lalulintas pada tahun 2019 sebanyak 193 kasus dan pada tahun 2020 mengalami penurunan 149 kasus, jadi mengalami penurunan 44 kasus. Korban laka lantas tahun 2020 meninggal dunia 27 orang, luka berat 4 rang, luka ringan 226 orang, kerugian materil Rp 330.100.000.

“Data pelanggar lalu lintas pada tahun 2019 sebanyak 8.244 pelanggaran kemudian di tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 2.789 pelanggaran, jadi di tahun 2020 pelanggaran turun sebanyak 5.455,” papar Kapolres Langsa.

Terakhir Kapolres Langsa menghimbau agar tidak ada perayaan pergantian tahun baru dalam bentuk apapun baik itu pesta kembang api, perkumpulan dan sejenisnya .

“Pada malam tahun baru tidak di benarkan adanya perayaan- perayaan tertentu, hal ini sekaligus menjadi arahan Kapolri” imbuhnya.