Polres Aceh Tenggara Rilis 25 Tersangka dan BB Narkoba Hasil Tangkapan Januari-Maret

Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba Polres Aceh Tenggara di Mapolres Aceh Tenggara, Jumat (04/03/2022).
Polres Aceh Tenggara
Polres Aceh Tenggara Rilis 25 Tersangka dan BB Narkoba Hasil Tangkapan Januari-Maret. | Foto: IST

ACEHSATU.COM | KUTACANE – Polres Aceh Tenggara Rilis 25 Tersangka dan BB Narkoba Hasil Tangkapan Januari-Maret.

Sejak Januari hingga Maret 2022 ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja. Dari pengungkapan tersebut, 25 tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti (bb) sabu seberat 113,6 gram dan ganja 200 gram.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan konferensi pers pengungkapan kasus narkoba Polres Aceh Tenggara yang digelar di Mapolres setempat, Jumat (04/03/2022).

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono didampingi Kasi Humas Iptu Saniman dan Kasat Narkoba Iptu Sabrianda mengatakan pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.

“Selama kurun waktu tiga bulan terhitung Januari sampai dengan Maret 2022, Sat Res Narkoba Polres Aceh Tenggara berhasil mengamankan 25 tersangka,” ujar Kapolres.

Kapolres menyebutpengungkapan kasus tersebut terjadi di 6 Kecamatan di Aceh Tenggara.

“Berhasil diamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 113,64 gram dan ganja 200 gram,” ungkap perwira menengah kepolsiian ini.

Bramanti Agus Suyono mengimbau masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian mencegah peredaran narkoba di tengah masyarakat.

“Personel Polres Aceh Tenggara khususnya Sat Resnarkoba siap selama 24 jam menerima informasi dari masyarakat dan segera memberantas penyalahgunaan narkoba di bumi sepakat segenap,” tandas Kapolres.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana Desa di Aceh Tenggara

Sementara diberitakan ACEHSATU.COM sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Aceh Tenggara kini tengah mengusut dugaan penyimpangan dana desa Bun Bun Indah, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

Penyelidikan ini diketahui setelah seorang warga asal desa Bun Bun Indah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

“Benar, saya dimintai keterangan terkait penggunaan dana desa Bun Bun Indah,” ujar Nurbaiti warga Desa Bun Bun Indah, kepada ACEHSATU.COM, Rabu (2/2/2022).

Nurbaiti tidak menjelaskan lebih detail terkait materi pemeriksaan oleh polisi.

Namun, kata Nurbaiti, pemeriksaan tersebut terkait dengan laporan secara lisan yang dirinya lakukan bersama delegasi Rakan Wartawan Atjeh (Rawat) ke Polres Aceh Tenggara beberapa waktu lalu.

Namun kini penyelidikan Polres Aceh Tenggara tersebut belum diketahui terkait tindak lanjutnya. (*)