Politisi Gerindra Sindir Yasonna: Tanjung Priok Tak Lahirkan Koruptor e-KTP

ACEHSATU.COM – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengkritik pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly bahwa daerah Tanjung Priok identik dengan kemiskinan dan kriminalitas.

Wakil Ketua umum Gerindra Arief Poyuono. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Poyuono yang juga warga Tanjung Priok menyindir Yasonna Laoly soal korupsi. Pernyataan Poyuono itu merespons
pernyataan Yasonna yang membandingkan Tanjung Priok dengan kawasan Menteng.

Saat memberikan pengarahan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1), Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua daerah yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok.

Yasonna meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

Kata Yasonna, yang membuat daerah itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan.

“Tanjung Priok yang katanya bapak tempat kriminal tidak pernah sama sekali melahirkan seorang koruptor besar, seperti korupsi e-KTP ya pak. Yang pernah juga bapak dipanggil KPK untuk urusan mega korup proyek e-KTP,” kata Poyuono, Rabu (22/1).

Pada 29 Juni 2019, Yasonna pernah diperiksa KPK terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

Poyuono meminta Yasonna mencabut pernyataan yang banyak menuai kritik itu. Ia pun mengancam akan melaporkan Yasonna ke Presiden RI Joko Widodo.

“Dan kami akan berkirim surat pada Ibu Mega untuk memecat Yasonna sebagai kader PDI Perjuangan. Serta kami laporkan Yasonna telah melakukan dugaan ujaran kebencian kepada warga Tanjung Priok,” ujarnya.

Poyuono mengingatkan bahwa di Tanjung Priok nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selalu disanjung.

“Tanjung Priok sejak orde baru hingga sekarang adalah sarang kader Banteng dan Bung Karno. Ibu Mega itu sangat dicintai masyarakat Tanjung Priok. Makanya yang namanya PDI Perjuangan sangat sulit dikalahkan di Tanjung Priok,” tuturnya.

Lebih lanjut Poyuono mengatakan ungkapan Yasonna tak tepat, karena masyarakat Tanjung Priok menurutnya hidup damai dan saling toleran antar agama dan suku.

“Hati-hati dengan anak Tanjung Priok, jangan pernah menyakiti, Yasonna harus minta maaf,” katanya. (*)