Polisi Tangkap Satu Keluarga Pelaku Buang Bayi di Bireuen

Tim Resmob Satreskrim Polres Bireuen menangkap tiga orang yang diduga melakukan tindak pidana membuang bayi di kursi bambu pada salah satu ruko di Desa Rheum Timu, Simpang Mamplam, Bireuen.
Tim Resmob Satreskrim Polres Bireuen menangkap tiga orang yang diduga melakukan tindak pidana membuang bayi di kursi bambu pada salah satu ruko di Desa Rheum Timu, Simpang Mamplam, Bireuen.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Tim Resmob Satreskrim Polres Bireuen menangkap tiga orang yang diduga melakukan tindak pidana membuang bayi di kursi bambu pada salah satu ruko di Desa Rheum Timu, Simpang Mamplam, Bireuen.

Terduga pelaku berhasil ditangkap Jumat (8/10) sekitar pukul 22.00 WIB atauberselang sembilan jam dari waktu ditemukannya bayi tersebut oleh seorang warga.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Arief Sukmo Wibowo SIK kepada Serambi Sabtu (9/10) mengatakan, pelaku yang diduga membuang bayi tersebut yakni dua orang perempuan masing-masing berinisial  Mur (28) atau ibu dari bayi tersebut, kemudian Yul (50)  ibu dari Mur, dan seorang lagi ayah pelaku atau kakek dari bayi yang dibuang berinisial Syaf (56). Ketiganya warga Kecamatan Ulim, Pidie Jaya.

Penangkapan dilakukan setelah tim Polres Bireuen mendapat bukti rekaman CCTV  di salah satu ruko di Desa Rheum Timu, Simpang Mamplam. Dalam rekaman CCTV terlihat pelaku membawa bayi tersebut.

“Rekaman CCTV itu diperlihatkan kepada sejumlah warga  dan kebetulan ada yang mengenal orang yang terekan CCTV tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Berdasarkan petunjuk dan keterangan serta bukti rekaman CCTV, polisi pun bergerak ke alamat mereka di salah satu desa di kawasan Ulim, Pidie Jaya. 

Setiba di rumah yang dituju, tim Resmob memperlihatkan bukti CCTV, dan akhirnya tiga orang ditangkap karena diduga sebagai  pelaku yang membuang bayi tersebut. Ketiganya masih satu keluarga yaitu anak, ibu dan bapak. Ketiga mereka segera dibawa ke Polres Bireuen untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagaimana diberitakan kemarin,  warga desa Rheum Timu, Simpang Mamplam Bireuen bernama M Nasir (54) menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di kursi bambu pada salah satu kios desa setempat.

Bayi laki-laki itu diduga sengaja diletakkan/dibuang orang tuanya atau orang tidak bertanggungjawab dengan kondisi terbungkus kain warna putih.  Bayi tersebut kemudian dirawat di RSUD dr Fauziah Bireuen.

“Menyangkut motifnya masih dalam penyelidikan. Namun mereka sudah diamankan ke Polres Bireuen,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Arief Sukmo Wibowo SIK. 

Ketiga mereka dipersalahkan melanggar pasal 305 KUHPidana  tentang membuang anak di bawah umur