Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana Desa di Aceh Tenggara

“Benar, saya dimintai keterangan terkait penggunaan dana desa Bun Bun Indah,”
Korupsi Dana Desa
ILUSTRASI - Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana Desa Terislosir di Aceh Tenggara

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana Desa di Aceh Tenggara.

Satuan Reskrim Polres Aceh Tenggara kini tengah mengusut dugaan penyimpangan dana desa Bun Bun Indah, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

Penyelidikan ini diketahui setelah seorang warga asal desa Bun Bun Indah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

“Benar, saya dimintai keterangan terkait penggunaan dana desa Bun Bun Indah,” ujar Nurbaiti warga Desa Bun Bun Indah, kepada ACEHSATU.COM, Rabu (2/2/2022).

Nurbaiti tidak menjelaskan lebih detail terkait materi pemeriksaan oleh polisi.

Namun, kata Nurbaiti, pemeriksaan tersebut terkait dengan laporan secara lisan yang dirinya lakukan bersama delegasi Rakan Wartawan Atjeh (Rawat) ke Polres Aceh Tenggara beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Jejak Tikus Kloset MCK Bun Bun Indah

Nurbaiti juga mengaku lega terhadap respon dan tindak lanjut Satuan Reskrim Polres Aceh Tenggara. Karena menurutnya, persoalan tata kelola dana desa di kampungnya yang berstatus sebagai desa terisolir mulai ada titik terang.

“Memang ada beberapa masalah yang sering kami pertanyakan ke kepala desa. Dan semua sudah kami sampaikan secara lisan ke bapak kepolisian,” terangnya.

BACA JUGA: LAPORAN KHUSUS – Perjalanan Mencapai Desa Terpenjara di Aceh Tenggara

Desa Terisolir

Desa Bun Bun Indah
Desa Bun Bun Indah merupakan salah satu desa dari total 23 desa yang ada di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh dan termasuk desa terpencil di kawasan lembah Alas. Foto Indra P Keumala

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Bun Bun Indah merupakan salah satu desa dari total 23 desa yang ada di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh dan termasuk desa terpencil di kawasan lembah Alas.

Jaraknya sekitar 40 km dari Kutacane. Perjalanan menuju desa yang dihuni sekitar 80 KK itu dapat ditempuh dengan dua alternatif.

Pertama, melalui jalur darat. Jika memilih opsi ini, normalnya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 jam.

Namun kondisi jalan yang tidak biasa menyebabkan perjalanan ke Bun Bun Indah harus ditempuh hingga 3 atau 4 jam perjalanan.

Perjalanan darat itu pun hanya bisa dilakukan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat jenis tertentu, seperti mobil bak atau sejenis truk.

Hal tersebut karena jalan lintas menuju kesana kualitasnya buruk, tepatnya sangat buruk!

Opsi kedua menggunakan perjalanan darat dipadu perjalanan air.

Dari ibukota Kutacane, perjalanan darat awalnya ditempuh menuju Muara Situlen. Perjalanan ini butuh waktu sekitar 1 jam.

Sedangkan sisanya dilalui dengan mengarungi derasnya Sungai Alas menuju Bun Bun Indah menggunakan jasa transportasi perahu kayu –yang oleh warga setempat disebut perahu robin–. (*)