Polisi Segara Limpahkan Berkas Perkara Tiga Penembak Dantim Bais Ke Jaksa

Tiga tersangka kasus penembakan Komandan tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) Pidie telah ditangkap dan segera dilimpahkan berkas perkara ke Jaksa.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy. Photo: Agus Setyadi |detikcom

ACEHSATU.COM | Pidie,- Tiga tersangka kasus penembakan Komandan tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) Pidie telah ditangkap dan segera dilimpahkan berkas perkara ke Jaksa.

“Berkas secepatnya akan kita limpahkan ke kejaksaan,” demikian ungkapan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan pada Kamis (25/11/2021)

Winardy menjelaskan, pihak polisi masih terus melakukan pememeriksaan terhadap ketiga tersangka, hingga saaat ini ketiganya masih ditahan di Polres Pidie, “Sudah diproses hukum, sekarang dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Kasus penembakan terhadap Kapten Abdul Majid di Jalan Lhok Krincong Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, Peristiwa yang menewaskan seorang Kapten  tersebut terjadi pada Kamis (28/10/2021), pukul  sekitar 17.15 WIB.

Penyelidikan kasus penembakan Dantim Bais Pidie ini dilakukan TNI bersinergi dengan Polri. Setelah diselidiki, tiga terduga pelaku ditangkap berinisial M, F, dan D.

Dilansir dari Detik.com, Kapolres Pidie AKBP Fadli mengatakan, pada saat kejadian, M, yang merupakan kenalan Kapten Majid, menghubungi korban untuk bertemu di Simpang Lamlo, Kecamatan Mutiara, Pidie. Setelah bertemu, tersangka M meminta korban mengantarnya ke tempat temannya di Lhok Panah, Sakti, Pidie.

Begitu tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (28/10), tersangka M meminta korban menghentikan mobil yang dikemudikannya. Tersangka M juga disebut meminta korban menurunkan kaca mobil.

“Tersangka F selaku eksekutor dengan mudah melihat posisi korban yang sudah membuka kaca pintu samping kanan dan langsung menembak ke arah pintu samping depan sebelah kanan hingga peluru menembus pintu mobil dan mengenai korban di bagian perut,” jelas Fadli.

Fadli mengatakan tersangka M seketika mengambil tas korban berisi uang yang ditaruh di antara kursi depan. Ketiga tersangka melarikan diri setelah beraksi.

“Sedangkan korban bersama dengan seorang rekannya yang duduk di kursi depan samping kiri tidak berani keluar, kondisi korban pada saat itu sudah dalam keadaan kritis sampai korban ditemukan oleh warga dan selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit,” ujar Fadli.

Seusai kejadian, polisi dan POM TNI melakukan penyelidikan. Ketiga tersangka akhirnya ditangkap di tempat terpisah, Minggu (31/10).