Hukum

Polisi Ringkus Dua Sindikat Judi Online Antarnegara di Lhokseumawe

“Mereka beraksi sudah 1 tahun di Banda Aceh dan di Lhokseumawe sudah berjalan 6 bulan,” terang Kapolres.

Foto | Furqan

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Polisi berhasil meringkus dua tersangka sindikat perjudian online antarnegara di sebuah rumah kosan Jalan Darussalam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Senin (20/11/2017), sekira pukul 14.30 WIB.

Dua tersangka yang diamankan berinisial HE (22) dan MA (19), keduanya warga Perum Tiongkok Blok A, Neuheun, Kecamatan, Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH S Ik MH mengatakan penangkapan tersebut berawal dari informasi bahwa di Lhokseumawe terdapat aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai sindikat perjudian online yang berada di Thailand dan Jakarta.

“Modusnya menyuruh orang lain untuk membuat buku rekening di Bank dengan menggunakan KTP orang lain untuk transaksi judi online saat konfrensi pers di Mapolres, Selasa (21/11/2017).

“Buku tabungan beserta ATM orang lain tersebut diambil dan dikirimkan kepada AS (WN Thailand) untuk dijadikan sebagai rekening deposit judi online sindikat benua Asia.” ungkap Kapolres didampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Imam Asfali dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha SH.

Pelaku membujuk orang lain membuka rekening bank dengan membayar pemilik rekening sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu) per buku rekening, sedangkan pelaku menerima imbalan Rp 200.000 perbuku tabungan.

Hendri Budiman menambahkan, buku rekening beserta ATM sudah dibuat sampai ribuan rekening dan aktivitas tersebut sudah berjalan selama 1 tahun dengan keuntungan mencapai Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah).

“Mereka beraksi sudah 1 tahun di Banda Aceh dan di Lhokseumawe sudah berjalan 6 bulan,” terang Kapolres

Dari tersangka berhasil diamankan uang tunai sebesar Rp. 3.500.000, puluhan buku tabungan beberapa Bank, 3 unit handphone, 1 unit laptop, 1 buah pisau tusuk.

Kasus ini masih dikembangkan dan dikoordinasikan dengan Polda Aceh. Tersangka dan barang bukti diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Sejauh ini kita masih terus mendalami dan melakukan kordinasi dengan Polda Aceh. Kedua tersangka akan dijerat pasal 303 Jo pasal 55, 56 KUHP sub Qanun No 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat,” tutup Kapolres. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top