Banda Aceh

Polisi: Kasus Pembunuhan Warga Turunan tidak Terkait Isu SARA

Kasus ini murni kasus kriminal dan tidak ada kaitannya dengan isu SARA (suku, ras, agama).

Foto | Tribratanews

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Banyak pihak mengapresiasikan hasil kinerja polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap sekeluarga warga turunan di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Hanya sehari berselang dengan penemuan korban pembunuhan. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang bernama Ridwan alias Iwan.

Ia ditangkap personel Sat Reskrim Polres Deli Serdang dan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh serta Polda Aceh di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sekitar pukul 17.30 WIB.

Pelaku tidak lain adalah orang dekat korban yang bekerja sebagai sopir. Ia sudah bekerja sejak sebulan lalu. Hingga kini, polisi belum mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Namun, dalam sebuah konferensi pers, Rabu (11/1/2018), Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, kasus ini murni kasus kriminal dan tidak ada kaitannya dengan isu SARA (suku, ras, agama).

Kombes Pol Misbahul Munauwar menambahkan, kasus ini sudah dibackup oleh Polda Aceh, dan tim sedang berkerja secara intensif.

Dikatakan, Polda Aceh juga tidak bertanggung jawab terhadap informasi yang berkembang di luar selain dari informasi resmi yang dikeluarkan Polda Aceh.

Sebelumnya diberitakan, tiga warga turunan Tionghoa, Acun (48) bersama Minarti (39) istri dan anaknya Cal Tietosng (7 tahun) yang menetap di Gampong Mulia, Senin (8/1/2018), ditemukan menjadi mayat karena aksi pembunuhan yang sangat sadis.

Tiga sosok jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Bahkan, jasad Cal Tietosng (7 tahun) ditemukan alam kondisi kepala nyaris terpisah dengan badan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top