Polisi Bongkar 16,9 Kg Sabu yang Dikubur dalam Tanah di Aceh

Dari jaringan ini, polisi menyita sabu seberat 16,9 kilogram.
polres metro jakarta barat
Polres Jakbar bongkar sabu 16,9 Kg dikubur dalam tanah di Aceh. (Silvia Ng/detikcom)

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional asal Malaysia. Dari jaringan ini, polisi menyita sabu seberat 16,9 kilogram.

Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal mengatakan sabu ini rencananya akan diedarkan ke Jakarta. Akmal menyebut modus operandi pelaku ialah dengan mengubur sabu di tanah area pekarangan rumahnya di Aceh.

“Barang bukti yang ditemukan di Aceh yang diamankan dari tersangka ZL, sabu ini ditanam. Ditanam di pekarangan rumah tersangka untuk mengelabui petugas,” kata Akmal dalam jumpa pers, di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (14/10/2022).

BACA: Kecanduan Narkoba dan Film Blue, Pria Paya Bakong Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Lima Wanita

Akmal mengatakan kasus ini bermula dari penangkapan seorang pengedar sabu berinisial PY di Bogor, Jawa Barat. Polisi berhasil menyita sabu seberat 6,6 kg dari tangan PY.

Berdasarkan penangkapan PY, polisi kembali menyelidiki kasus dan berhasil menangkap pengedar narkoba berinisial Z serta dua kurir berinisial MI dan M.

“Setelah satu minggu melakukan penyelidikan pada hari Rabu, 5 Oktober 2022, sekitar pukul 20.30 WIB, di Jalan Malikul Saleh, Kecamatan Samudera, Aceh, tim kembali melakukan penangkapan terhadap Z yang berperan sebagai pengendali narkotika, dan saat itu juga ikut ditangkap MI dan M yang berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu dari Aceh ke Jakarta,” ucapnya.

polres metro jakarta barat
Polres Jakbar bongkar sabu 16,9 Kg dikubur dalam tanah di Aceh. (Silvia Ng/detikcom)

Dalam kasus ini, polisi menangkap empat tersangka berinisial PY (40), M (39), MI (32), dan Z (27) yang memiliki peran masing-masing. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 15 kemasan teh cina dan dua kantong besar berisikan sabu dengan berat 16,9 kg, sebuah timbangan digital, dua buah pak plastik klip, sebuah tas, delapan ponsel, serta dua buah kartu ATM.

Dari barang bukti yang diamankan ini, sebanyak 84 ribu jiwa berhasil diselamatkan atau bernilai sekitar Rp 16,9 miliar. Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (*)