Polda Aceh Tahan Lima Tersangka Tindak Pidana Korupsi Pengaspalan Jalan di Simeulue

Kelima orang terduga melakukan tindak pidana korupsi pekerjaan pengaspalan jalan di Kabupaten Simeulue ditahan di Rutan Mapolda Aceh setalah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka,
Tindak Pidana Korupsi Jalan Suemulu
tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi pekerjaan pengaspalan jalan di Kabupaten Simeulue | Photo: Dok Polda

ACEHSATU.COM,- Banda Aceh,- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menahan lima tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi pekerjaan pengaspalan jalan di Kabupaten Simeulue.

Kelima orang terduga melakukan tindak pidana korupsi pekerjaan pengaspalan jalan di Kabupaten Simeulue ditahan di Rutan Mapolda Aceh setalah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya kepada media pada Kamis (25/11/2021)

Kombes Pol Sony Sanjaya menungkapkan, Selain menahan para tersangka penyidik juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya dokumen pekerjaan, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pembayaran.

Kelima orang tersangka yang ditahan tersebut berinisial IH selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Simeulue, IS eks Kepala Dinas Komunikasi Informasi Kabupaten Simeulue, sebut Kombes Pol Sony Sanjaya.

Kemudian, lanjut Kombes Pol Sony Sanjaya , Inisial YA selaku direktur CV ABL, (inisial perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut) , dan AS selaku selaku kuasa direksi PT IMJ (inisial perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut), serta MI yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kombes Pol Sony Sanjaya menjelaskan, Kasus dugaan korupsi tersebut terjadi pada tahun anggaran 2019 yang Proyek  dianggarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Simeulue.

Pada tahun tersebut, Dinas PUPR Simeulue memiliki pekerjaan berupa pengaspalan jalan simpang Batu Ragi hingga jalan arah Simpang Patriot dengan nilai kontrak Rp12,8 miliar lebih.

Menurut Perwira menengah Polri, pekerjaan pengaspalan jalan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi, sehingga merugikan keuangan negara. Terkait kerugian negara, sedang dalam perhitungan lembaga terkait.

Kelima orang tersangka kasus tindak pidana korupsi tersebut diterapkan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,pungkas Kombes Sony Sanjaya.