Polda Aceh Kerahkan 1.380 Personel Amankan HUT GAM 4 Desember Besok

"Silakan warnai 4 Desember dengan kegiatan positif serta acara keagamaan. Polisi siap mengamankan dan memberi rasa aman kepada masyarakat
Bendera Bulan Bintang
Sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang saat milad GAM (Foto: dok. Istimewa)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Memperingati Milad GAM yang jatuh pada 4 Desember besok akan dirayaan oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) seluruh Aceh. Dalam hal tersebut , Polda Aceh akan mengamankan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada 4 Desember besok.

Terkait pelaksanaan kegiatan-kegiatan HUT GAM besok, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si, mengatakan, pihaknya tetap akan menjaga keamanan dan kenyamanan serta memaksimalkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KYRD) untuk menjaga kondusifitas dan kamtibmas.

Dalam KRYD tersebut Polda Aceh menurunkan 1.380 personel pengamanan yang tersebar di beberapa objek vital di seluruh kabupaten/kota. Nantinya, pengamanan juga ikut didukung TNI dan Satpol PP.

“Silakan warnai 4 Desember dengan kegiatan positif serta acara keagamaan. Polisi siap mengamankan dan memberi rasa aman kepada masyarakat,” kata Winardy.

Di samping itu, Winardy juga mengajak awak media memperbanyak pemberitaan positif tentang Aceh.

Hal tersebut bertujuan agar provinsi berlabel Serambi Mekkah itu mendapat citra bagus di mata orang luar. Winardy juga menyampaikan, pemberitaan positif sangat perlu untuk ditingkatkan.

Sedangkan hal-hal yang kontra produktif tidak usah dipublikasi secara berlebihan agar suasana damai yang sudah kita rasakan tetap terjaga.

Menurutnya, isu-isu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang kontra produktif akan sangat mempengaruhi asumsi orang luar.

Sehingga mereka bisa salah memahami kondisi Aceh yang sudah sangat damai. Dengan begitu, kata Winardy, investasi berdatangan ke Aceh agar ekonomi tumbuh dengan terbukanya banyak lapangan pekerjaan serta memaksimalkan pendapatan asli daerah, sehingga multiplayer effect berdampak signifikan bagi Aceh Maju dan Aceh Hebat.

“Imbauan ini bukan bermakna mengintervensi, tapi ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Aceh, agar citra daerah yang pernah dilanda konflik ini semakin pulih di mata publik luar,” demikian tutup Winardy.