Polda AceH Gagalkan Penyeludupan145 Ribu Pil Ektasi dan 20 Ribu Pil Happy Five

"Para penyeludup bertolak dari Kuala Leugeu, Aceh Timur menuju perairan Malaysia untuk mengambil barang haram itu, disana mereka bertemu dengan sebuah kapal serta menyerahkan narkoba yang dipesan," Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar
pil ektasi
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi memperlihatkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Selasa (25/1/2022). ANTARA/M Haris SA

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Tim gabungan Polda Aceh dan jajaran bekerja sama dengan Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 145 ribu pil ekstasi dan 20 ribu butir pil happy five dan 150 kilogram narkoba jenis sabu-sabu serta mengamankan enam tersangka.

Keenam tersangka tersebut di ciduk secara terpisah, di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bireuen pada 22 Januari 2022. Adapun enam pelaku pemasok pil ekstasi dan sabu-sabu yakni berinisial UH, MK, MJ, DK, RK, dan IS

Baca :Operasi Polda Aceh dan Bea Cukai di Perairan Jambo Aye: 150 Kilo Sabu Gagal Beredar

“Dalam operasi penindakan penyelundupan tersebut, tim gabungan menangkap enam pelaku pemasok pil ekstasi dan sabu-sabu. Pelaku ditangkap di tiga tempat terpisah di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bireuen pada 22 Januari 2022,”ujar Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar  dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (25/1/2022).

Selain pil ekstasi dan sabu-sabu, tim gabungan juga menemukan barang bukti berupa satu unit kapal motor, dua mobil, satu sepeda motor, dan enam unit telepon genggam.

Menurut Kapolda para pelaku penyeludupan barang haram tersebut merupakan sindikat jaringan narkotika Indonesia dan Malaysia.

Kronologis Penangkapan

Kapolda menjelaskan, terungkapnya penyelundupan narkoba jenis pil ekstasi dan sabu-sabu tersebut berawal dari informasi warga yang resah dengan aktifitas pelaku yang merusak generasi bangsa, sehingga memberitahukan petugas bahwa ada pengiriman narkoba melalui jalur laut Selat Malaka yang masuk ke Provinsi Aceh.

pil ektasi
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi memperlihatkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Selasa (25/1/2022). ANTARA/M Haris SA

Dari Informasi tersebut tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama Bea Cukai menyisir perairan Aceh. Dari penyisiran tersebut, tim gabungan menemukan kapal motor KM Putra Pesisir yang berada di Perairan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Baca :Polda Aceh Kembali Ungkap Penangkapan Sabu-sabu Seberat 133 Kg di Aceh Timur

Kemudian petugas menggeledah kapal dan menemukan 150 bungkus teh beraksara China yang diduga berisi sabu-sabu. Selain itu, petugas juga menemukan tiga tas berisi 35 bungkus diduga berisi ekstasi serta menangkap tiga awak kapal berinisial UH, MJ, dan MK.

Menurut Kapolda, dari pemeriksaan awak kapal, para penyeludup bertolak dari Kuala Leugeu, Aceh Timur menuju perairan Malaysia untuk mengambil barang haram itu, disana mereka bertemu dengan sebuah kapal serta menyerahkan narkoba yang dipesan.

“Para pelaku diperintah mengambil barang terlarang tersebut pada pelaku DK,” ujar Kapolda lagi.

Kepada aparat dilapangan, awak kapal yang diciduk mengaku kebaradaan pelaku DK dan DS.Kemudian lanjut Kapolda lagi, tim gabungan mengejar dan menangkap DK dan RK. Serta menangkap IS selaku orang yang menerima narkoba yang dibawa awak kapal tersebut..

“Dengan terungkapnya upaya penyelundupan tersebut, 915 ribu jiwa masyarakat Indonesia terselamatkan dari bahaya narkoba. Rinciannya, satu gram sabu-sabu bisa terselamatkan lima orang, serta pil ekstasi dan happy five masing-masing satu orang,” Pungkas Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar dilansir aceh.antaranews.com (*).