PLN Imbau Warga Pidie Jaya tak Gunakan Arus Listrik Jerat Hama

Arus Listrik Jerat Hama
Foto Ilustrasi. Net

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Meureudu, Pidie Jaya, mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan arus listrik untuk menjerat binatang atau hama yang menggasak tanaman pertanian.

Jika itu dilakukan dan kedapatan oleh petugas lapangan, maka kabel atau wayer disita dan pelakunya akan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk pengusutan selanjutnya.

Hal tersebut diutarakan Petugas Bagian Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN Meureudu, Muhammad Zurham Satria, menjawab ACEHSATU.com, Selasa (3/8/2021) terkait dengan masih adanya warga di beberapa kawasan di Pijay yang menggunakan arus listrik untuk menjerat binatang yang memporakporandakan tanaman pertanian dan perkebunan seperti babi hutan serta tikus sawah.

Menggunakan arus listrik untuk mencegah tanaman dari ancaman binatang, lanjut Zurham, bukanlah cara atau alternatif yang dianjurkan dan praktik itu memang sangat dilarang.

Karena jika lengah dapat membawa mala petaka baik manusia dan hewan ternak lainnya seperti sapi, kerbau atau kambing dan sejenisnya.

Arus Listrik Jerat Hama
Foto Ilustrasi. Net

Pengalaman menujukkan, beberapa warga dan ternak piaraan tewas akibat terkena jeratan.

Musibah itu terjadi karena mungkin warga tidak mengetahui di lokasi tersebut dipasang jeratan untuk membunuh babi atau tikus.

Akibat terinjak atau tersentuh wayer telanjang yang dialiri di tanah, sehingga ia menjadi korban. Hal sama juga akan menimpa ternak piaraan.

Karenanya, pihak PLN kini kembali mengingatkan masyarakat supaya menghindari penggunaaan arus lisrtik ke lahan usaha.

Diakui Zurham, hingga saat ini masih ada beberapa petani sawah atau petani kebun terutama belahan selatan yang masih memasang jeratan dengan mengaliri arus listrik.

Seperti yang terjadi di salah satu kawasan beberapa pekan lalu. Jeratan itu dipasang untuk babi, tapi ternyata yang terperangkap adalah sapi.

Beberapa waktu lalu, arus listrik di persawahan juga menimpa manusia hingga menemui ajal.

Kadis Pertanian dan Pangan (Kadistanpang) Pijay, drh Muzkir Muhammad serta Kadis Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) setempat, Syukri Itam SPd yang dihubungi terpisah melalui ponselnya, Selasa (3/8) juga mengaku sudah pernah mengingatkan petani agar tidak menggunakan arus listrik untuk membunuh tikus di sawah serta babi di lahan usahanya.

Kedua kadis tersebut meminta, jika ingin usahanya terhindar dari organisme penganggu tanaman (OPT), maka ikuti petunjuk tehnis penyuluh.

Melalui penyuluh pertanian di semua kecamatan, lanjut Muzakir, memang sejak dulu petani sudah diingatkan agar tidak menggunakan arus listrik untuk membunuh tikus dan babi.

Untuk membunuh kedua jenis binatang dimaksud, ada insektisida tersendiri yang ampuh, bukan dengan arus listrik yang jika sedikit saja lengah atau lalai akan membawa korban jiwa manusia atau ternak, papar Muzakir.

Catatan ACEHSATU.com, Mukhlis Abubakar (46), warga Gampong Meunasah Raya Kecamatan Meurahdua, 24/6/2016 lalu meninggal akibat terkena arus listrik saat hendak ke sawah.

Sementara sekitar enam bulan sebelumnya atau tepatnya awal Desember 2015 musibah yang sama menimpa Aisyah Usman (57), penduduk Gampong Kuta Trieng Kecamatan Meureudu.

Almarhum meninggal akibat terinjak kabel yang masih dialiri arus listrik ketika ia hendak menanam padi bersama sejumlah rekannya. (*)