PLN akan Terangi 24 Dusun di Aceh

PT PLN (Persero) UIW Aceh melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Aceh menyatakan akan membangun jaringan listrik di 24 dusun di Provinsi Aceh guna meningkatkan Rasio Elektrifikasi di provinsi setempat pada tahun 2021.
PLN akan Terangi 24 Dusun di Aceh
dokumen. Sejumlah petugas PLN menempatkan tiang listrik untuk pembangunan listrik desa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – PT PLN (Persero) UIW Aceh melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Aceh menyatakan akan membangun jaringan listrik di 24 dusun di Provinsi Aceh guna meningkatkan Rasio Elektrifikasi di provinsi setempat pada tahun 2021.

 “Insya Allah tahun ini kami akan melistriki 24 dusun yang belum memiliki infrastruktur listrik. Ini Sesuai amanat Undang – Undang nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan Peraturan Presiden nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan,” kata Manajer Komunikasi PLN UIW Aceh T Bahrul Halid di Banda Aceh, Jumat.

Bahrul yang didampingi Manager PLN UP2K Aceh, Muhammad menjelaskan saat ini Rasio Elektrifikasi Provinsi Aceh sebesar 99,96 persen, di mana masih terdapat 24 dusun yang belum berjaringan listrik.

“Dusun-dusun tersebut menjadi target dalam pemasangan jaringan listrik sehingga nantinya seluruh dusun akan teraliri listrik di Aceh,” katanya.

PLN akan Terangi 24 Dusun di Aceh
dokumen. Sejumlah petugas PLN menempatkan tiang listrik untuk pembangunan listrik desa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT)

Ada pan lokasi dusun tersebut tersebar di kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, dan Langsa

PLN akan menginvestasikan anggaran sebesar Rp10,8 miliar untuk membangun jaringan listrik di 24 Dusun yang belum mempunyai jaringan listrik PLN. Dari anggaran tersebut, akan dibangun perluasan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 47,58 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 41,54 kms, dan 24 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 1.800 kilo Volt Ampere (kVA).

“Kami berharap rasio elektrifikasi Provinsi Aceh akan secara mencapai 100 persen sesuai dengan amanat Undang – Undang dan Presiden,” katanya. (*)