Pj Bupati Abdya Sebut Honorer Akan Diangkat Jadi ASN Dalam Program 1 Juta Guru

Untuk itulah Kemendikbudristek saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai ASN melalui seleksi ASN PPPK
pj bupadi abdya
Pj Bupati Abdya Darmansah menyampaikan pernyataan itu saat membaca amanat Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada upacara peringatan Hari Guru Nasional

ACEHSATU.COM | Blangpidie – Guru honorer akan diprioritaskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pj Bupati Abdya Darmansah menyampaikan pernyataan itu saat membaca amanat Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-77 tahun 2022 yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati setempat, Senin (28/11/2022).

“Perlu saya sampaikan kepada semua guru yang berhadir dalam upacara ini, dimana bapak Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim selalu yakin bahwa ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan guru.

Untuk itulah Kemendikbudristek saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai ASN melalui seleksi ASN PPPK,” kata Darmansah.

Kemendikbudristek juga tidak menutup mata bahwa masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program tersebut.

Oleh karena itu, program pengangkatan tenaga guru honorer menjadi PPPK perlu adanya semangat gotongroyong sehingga nantinya target satu juta guru diangkat menjadi PPPK dapat segera terwujud.

“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyamakan arahan perjalanan kita menuju satu tujuan bersama yaitu pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas dan memerdekakan.

Maka dari itu bentangkan layar kapal besar ini tanpa kenal lelah, dengan serempak dan serentak kita hadirkan inovasi dan transformasi, mewujudkan merdeka belajar di seluruh penjuru Nusantara,” jelas Darmansyah.

Selain itu, Darmansah juga menyebutkan, platform merdeka belajar yang diluncurkan pada awal tahun, sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya dan berkolaborasi.

“Platform tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintah dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam platform merdeka belajar, lanjut Darmansah, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, menggunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran koneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.

“Saya juga berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna platform merdeka mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.

Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program guru penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini,” katanya.

Darmansah menjelaskan bahwa program guru penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia.

Sekarang sudah ada 50 ribu guru Penggerak, tentunya pihaknya akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi guru penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia.

“Saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para guru penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar,” terangnya.

Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan, kata Darmansah, khususnya melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiri dan membiasakan guru melakukan refleksi.

“Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi,” tutup Darmansyah.