Pinang Sebagai Komoditas Unggulan Aceh Utara, Bawang Merah di Gayo Lues

Pinang Sebagai Komoditas Unggulan Aceh Utara, Bawang Merah di Gayo Lues untuk mendongkrak ekonomi masyarakat
Harga Pinang
Dokumentasi - Petani memperlihatkan biji pinang di Desa Blang Beurandang, Aceh Barat. ANTARA/Syifa Yulinnas

ACEHSATU.COM | Aceh utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan terus Mendongkrak Ekonomi Masyarakat daerah itu dengan Kembangkan Pinang Sebagai Komoditas Unggulan.

Sedangkan di Gayo Lues, Bawang Merah Menjadi perioritas utama di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Lilis Indriansyah di Lhokseumawe, Rabu, mengatakan pengembangan komoditas unggulan tersebut untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. 

“Upaya pengembangan yang kami lakukan dengan menggalakkan program penanaman pinang dan pemberdayaan sumber daya petani guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” kata Lilis Indriansyah.

Lilis Indriansyah mengatakan luas lahan perkebunan pinang di Aceh Utara mencapai 12.358 hektare dengan produksi mencapai 4.200 ton per tahunnya atau 334 kilogram per hektare.

“Sedangkan produksi pinang pada 2020 mencapai 4.264 ton. Produksi pinang mengalami kenaikan pada 2021, mencapai 4.291 ton,” kata Lilis Indriansyah menyebutkan.

Untuk target produksi pinang pada 2022, kata Lilis Indriansyah, mencapai 500 kilogram per hektare. Dengan produksi tahun lalu, pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai.

“Dari potensi yang ada, kami optimis target tersebut bisa tercapai. Peningkatan produksi ini sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Lilis Indriansyah. 

Untuk mendukung program pengembangan pinang tersebut, Lilis Indriansyah mengatakan pihaknya mengusulkan bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. 

Lilis Indriansyah mengatakan Aceh Utara mendapatkan bantuan untuk pengembangan pinang berupa 70 ribu batang bibit pinang dari APBN dan 12 ribu batang bibit pinang dari anggaran pendapatan belanja Aceh (ABPA) pada 2021. 

“Bantuan bibit batang pinang tersebut ditanam pada lahan yang baru dikembangkan yakni seluas 70 hektare. Dengan bantuan bibit tersebut diharapkan bisa meningkatkan produksi pinang di Kabupaten Aceh Utara,” kata Lilis Indriansyah.

Petani bawang merah Gayo Lues sedang membersihkan hasil panen sebelum dijual ke pengepul. Foto: Kontributor ACEHSATU.COM

Bawang Merah Jadi Komoditas Unggulan, Pemerintah Gayo Lues Diminta Atur Tata Niaga

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus) layak menjadikan komoditas bawang merah sebagai komoditas unggulan hasil budidaya petani didaerahnya.

Kabupaten hasil pemekaran Aceh Tenggara tersebut memiliki 11 kecamatan yang kini semuanya menjadi daerah produksi/penghasil bawang merah di Aceh.

informasi yang diperoleh dari kontributor ACEHSATU.COM, Minggu, (20/6) setiap kecamatan di Gayo Lues, umumnya petani palawija menanami bawang merah pada lahan mereka, terutama di Kecamatan Blang Pegayon, di kecamatan ini konon hampir setiap kampung, petani menanam komoditi bawang merah dengan luas areal mencapai 100 hektar.