Pilu, Seorang Ibu Hamil di Bener Meriah Berjalan 70 Km Menuju Rumah Sakit, Akhirnya Melahirkan di Tengah Jalan

Nurjanah, seorang ibu dari Kampung Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, melahirkan bayinya di tengah jalan saat hendak menuju RSUD Munyang Kute di Redelong, Ibu Kota Kabupaten Bener Meriah, Kamis (29/10/2020).
Seorang ibu dari desa terpencil di kawasan perkampungan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, melahirkan bayi laki-laki dengan selamat di tengah jalan rusak, Kamis (29/10/2020) (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH – Nurjanah, seorang ibu dari Kampung Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, melahirkan bayinya di tengah jalan saat hendak menuju RSUD Munyang Kute di Redelong, Ibu Kota Kabupaten Bener Meriah, Kamis (29/10/2020).

Nurjanah terpaksa melahirkan diperjalanan karena jarak tempuh untuk bisa sampai ke RSUD Munyang Kute Bener Meriah tidak lah dekat, butuh waktu hingga tiga jam perjalanan.

Perkampungan Samar Kilang di Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, merupakan kawasan terpencil dengan jarak tempuh sejauh 70 kilometer atau kurang lebih tiga jam perjalanan kendaraan.

“Hari ini kembali terjadi melahirkan di tengah jalan, saudara kita dari Samar Kilang,” kata seorang pemuda Samar Kilang, Sadra Munawar dikutip Antara.

Disebutkan Nurjanah awalnya mulai merasakan tanda-tanda akan melahirkan dan kemudian mendatangi Puskesmas di Samar Kilang.

Namun karena minimnya fasilitas dan tenaga kesehatan di sana, akhirnya Nurjanah dirujuk ke RSUD Munyang Kute.

Saat dalam perjalanan menggunakan unit ambulance, Nurjanah tak lagi kuasa menahan rasa sakit di perutnya.

Akhirnya perjalanan pun dihentikan dan Nurjanah terpaksa melahirkan secara darurat di atas selembar tikar yang dibentangkan di atas jalan tanah berbatu.

Ibu ini melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat tepat pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah Allah beri yang terbaik, ibu dan bayi selamat,” kata warga lainnya, Ainal Mardhiah.

Sebagai informasi, kondisi jalan untuk menunju kawasan ini ataupun sebaliknya belum sepenuhnya bagus, sebagian jalan sudah diaspal dan sisanya sepanjang kurang lebih 20 kilometer lagi masih berupa jalan tanah berbatu dan berlubang.

Ruas jalan ini sebelumnya disebut-sebut akan dilanjutkan pembangunannya dalam pelaksanaan proyek multiyears tahun 2020-2022, namun pada akhirnya dibatalkan. (*)