Pidie Terendam Banjir, Wabup: Setop Pembalakan Liar!

Enam kecamatan dilanda banjir adalah Pidie, Padang Tiji, Mila, Indra Jaya, Delima, dan Tiro Truseb. Selain itu, dua desa di Kecamatan Tangse terjadi longsor yang menutupi badan jalan.
Polisi amankan kayu hasil illegal logging di Mapolres Pidie, Rabu (/31/3/2021). Kayu hasil illegal logging ini diamankan di ruas jalan nasional Beureunuen - Tangse, tepatnya di Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie. Dok. Muhamman Nazar/Tribunnews.com

ACEHSATU.COM | PIDIE – Banjir merendam sejumlah desa di enam kecamatan di Pidie, Aceh. Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud meminta warga tidak lagi melakukan pembalakan liar.

Enam kecamatan dilanda banjir adalah Pidie, Padang Tiji, Mila, Indra Jaya, Delima, dan Tiro Truseb. Selain itu, dua desa di Kecamatan Tangse terjadi longsor yang menutupi badan jalan.

“Mulai siang kemarin sampai sore hari terjadi hujan sangat lebat di kawasan pegunungan Tangse dan sekitarnya sehingga mengakibatkan debit air sungai naik drastis,” kata Fadhlullah mengutip detik.com, Selasa (18/1/2022).

Dia mengatakan daerah air sungai (DAS) yang naik drastis adalah Krueng Baro dan Krueng Teupin Raya, sehingga terjadi luapan. Meluapnya DAS di daerah tersebut mengakibatkan sejumlah desa terendam.

Genangan banjir mulai surut menjelang tengah malam dini hari tadi. Petugas terkait disebut dikerahkan ke lokasi untuk membantu masyarakat.

“Petugas kami dalam proses menghitung berapa kerugian materiil akibat banjir,” jelas Fadhlullah.

“Banjir suatu daerah sangat terkait dengan kondisi hutan dan tata cara pengelolaannya, maka kita mengajak semua warga masyarakat Pidie untuk sama-sama menjaga hutan Pidie. Jika ada aktivitas illegal logging agar disetop operasi karena banjir itu sangat terkait dengan illegal logging,” lanjut Fadhlullah.

Longsor di sejumlah titik di Tangse juga disebut sudah ditangani. Material longsor yang menutupi badan jalan telah disingkirkan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas mengatakan banjir menyebabkan rusaknya tanggul sungai di Desa Keubang, Kecamatan Indra Jaya. Petugas BPBD Pidie disebut masih mendata dampak banjir.

“Banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Pidie sehingga meluapnya aliran sungai,” kata Ilyas dalam keterangan kepada wartawan.

Polisi amankan kayu hasil illegal logging di Mapolres Pidie, Rabu (/31/3/2021). Kayu hasil illegal logging ini diamankan di ruas jalan nasional Beureunuen – Tangse, tepatnya di Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie. Dok. Muhamman Nazar/Tribunnews.com

Sebelumnya diberitakan, sejumlah rumah di Desa Baro, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, terendam banjir. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai seusai hujan deras.

Air mulai memasuki rumah warga, Senin (17/1/2022), sekitar pukul 21.30 WIB. Banjir disebabkan oleh meluapnya air sungai setelah Kabupaten Pidie diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan mengakibatkan jebol tanggul atau tebing sungai Krueng Gampong Baro,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas dalam keterangan kepada wartawan.

Petugas BPBD Pidie masih mendata jumlah rumah terdampak banjir. Saat ini air berarus deras masih memasuki permukiman penduduk.

“Air masih menggenangi rumah warga dengan kondisi yang deras,” jelas Ilyas.

Selain banjir, longsor menutupi badan jalan lintas provinsi di Kecamatan Tangse, Pidie. Material longsor masih menutupi jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas. (*)