Pidie Jaya Masih Aman dari Banjir, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Kendati dalam sepekan terakhir hujan deras mengguyur kabupaten tersebut, namun debit air di sejumlah sungai (krueng) masih tergolong normal.
Pidie Jaya
Sungai Meureudu. Foto repro detik.com

ACEHSATU | PIDIE JAYA —  Pidie Jaya masih aman dari banjir hingga Selasa (8/12/2020).

Kendati dalam sepekan terakhir hujan deras mengguyur kabupaten tersebut, namun debit air di sejumlah sungai (krueng) masih tergolong normal.

“Alhamdulillah daerah kita Pijay masih aman dari banjir,” kata salah seorang tokoh masyarakat Meurahdua secara terpisah kepada ACEHSATU Selasa (8/12/2020).

Warga dihimbau agar tetap waspada.

Seperti hujan deras yang melanda kawasan tersebut pada Jumat (4/12/2020) malam hingga Sabtu dinihari.

Warga terutama mereka yang mendiami sepanjang daerah aliran sungai (DAS) was-was. 

Pasalnya, berdasarkan pengalaman, walau hujan berlangsung dua atau tiga jam, tapi dalam sekejap saja air sungai meluap hingga merendam pemukiman penduduk. Krueng (sungai) Meureudu, Krueng Ulim dan Krueng Jeulanga Kecamatan Bandardua merupakan sungai yang tergolong ganas di Pidie Jaya.

Hujan yang terjadi kali ini kondisi air sungai masih normal bahkan debiet air Krueng Meureudu relatif rendah.

Melihat hujan deras, beberapa warga mendatangi jembatan Krueng Meureudu untuk mengamati kondisi air sungai. Melihat airnya normal dan bot nelayan yang ditambat di sungai biasa-biasa saja, mereka lega dan kembali pulang.

Pidie Jaya
Sungai Meureudu. Foto repro detik.com

“Saya dua kali mengamatai air sungai pada Jumat (4/12/2020) malam. Alhamdulillah airnya normal,” kata Sulaiman seorang warga Meurahdua.

Beberapa warga Ulim, Bandardua, Trienggadeng dan Bandarbaru yang dihubungi Acehsatu.com membenarkan, hingga sejauh ini masih aman.

Air sungai tidak meluap. Yang ada hanya banjir genangan dan airnya cepat menghilang.

Seperti dialami beberapa gampong di kawasan Bandardua, Ulim dan Meurahdua.

Menyusul ramainya masyarakat melaksanakan kenduri maulid dan pesta perkawinan, yang mayoritas pada Sabtu dan Minggu, sehingga mereka mengaku merasa was-was atau terjadi banjir.

Alhamdulillah, kedua hajatan tersebut berlangsung lancar, walau hanya hujan gerimis.

Plt Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handiva yang dikonfirmasi Acehsatu.com, Selasa (8/12/2020) mengimbau warga agar waspada.

Intensitas curah hujan tinggi dan berpeluang terjadinya banjir. Terlebih kalau hujannya deras air sungai meluap sehingga dengan cepat merendam pemukiman penduduk. Berdasarkan update yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indrapuri-Aceh Besar, pihaknya telah mengimbau Forum Pengurangan Resio Bencana (PRB) supaya siaga atau mewaspadai banjir.

Ditambahkan bahwa lazimnya November- Desember bahkan terkadang hingga Januari curah hujan tinggi.

Karenanya, Okta mengimbau warga tetap waspada tidak panik saat terjadi musibah seperti banjir. Diingatkan juga supaya saling membantu terutama warga di kawasan yang kebetulan pada saat tersebut aman dari banjir.

Sejumlah sungai di Pidie Jaya yang dinilai rawan banjir yaitu, Krueng Meureudu, Krueng Ulim, Krueng Jeulanga Bandardua, Krueng Panteraja dan Krueng Putu Kecamatan Bandarbaru.

Catatan media ini, sejumlah gampong sepanjang DAS Krueng Meureudu/Meurahdua memang sudah langgan banjir.

Kecamatan Meurahdua meliputi Pante Beureune, Beuringen, Dayah Kruet, Dayah Usen, Mancang, Meunasah Raya serta Meunasah Jurong teupin Pukat.

Sementara Kecamatan Meureudu yaitu, Gampong Masjid Tuha terutama Dusun Lhoknga, Meunasah Lhok serta Meunasah Balek. (*)