Petugas Patroli Balai TNGL Aceh Dikeroyok Massa Saat Tangkap Pelaku Pembalakan Liar di Tamiang

Tim monitoring dan pendataan kawasan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh Tamiang, Aceh, dihadang massa saat menangkap pelaku pembalakan liar.
Petugas Patroli Balai TNGL Aceh Dikeroyok
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Tim monitoring dan pendataan kawasan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh Tamiang, Aceh, dihadang massa saat menangkap pelaku pembalakan liar.

Petugas patroli dipukul dan kendaraannya dirusak.

“Tim yang sedang membawa enam pelaku dihadang sekelompok orang tak dikenal berjumlah 50-80 orang di daerah Sei Rambe, Aceh Tamiang. Mereka mengambil paksa pelaku dan melakukan pemukulan terhadap petugas,” kata Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNGL, Adhi Nurul Hadi, mengutip detik.com, Sabtu (25/9/2021).

Peristiwa itu bermula saat tim TNGL yang berjumlah 12 orang berpatroli di kawasan TNGL wilayah Desa Tenggulun sejak Kamis (23/9/2021).

Petugas Patroli Balai TNGL Aceh Dikeroyok
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)

Sehari berselang, tim mendengar suara mesin pemotong kayu di tengah hutan.

Adhi mengatakan petugas membagi dua grup untuk menelusuri sumber suara.

Anggota grup satu disebut menangkap dua orang diduga pelaku pembalakan liar berinisial R (17) dan AR (42).

Petugas menyita barang bukti berupa satu unit chainsaw dan 12 batang kayu olahan jenis meranti batu.

Sedangkan grup dua disebut menciduk empat orang diduga pelaku, yakni MR (38), M (53), AGR (19), dan F (20), dengan barang bukti berupa satu unit chainsaw dan 26 batang kayu olahan jenis Medang.

Petugas kemudian membawa turun keenam terduga pelaku pembalakan liar sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (24/9). Di tengah perjalanan pulang itulah tim dihadang sekelompok massa.

Selain memukul petugas, kata Adhi, sebagian massa juga diduga merusak mobil dan motor yang dipakai petugas. Dia menyebut massa dan tim TNGL kemudian melakukan mediasi sekitar pukul 20.00 WIB.

“Sekitar pukul 23.30 WIB mediasi dilanjutkan di Polres Aceh Tamiang dan diputuskan untuk dilakukan penandatanganan perdamaian antara Kepala Desa Tenggulun dengan Ketua Tim Monitoring dan Pendataan Balai Besar TNGL,” jelas Adhi.

“Beberapa kondisi yang dialami tim dalam kejadian penghadangan tersebut adalah memar akibat pemukulan, satu unit kendaraan roda empat rusak sedang, dan delapan unit kendaraan roda dua rusak ringan dan sedang,” lanjutnya.

Kawasan TNGL merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai penting berupa keragaman ekosistem, keanekaragaman hayati (flora dan fauna), serta gejala-gejala alam unik yang berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan potensi kawasan secara lestari. (*)