Petugas Kesehatan di Bireuen Mulai Data Warga Sakit Bergejala Virus Corona

Upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bireuen, sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas dan Satgas Gampong, mulai melakukan pendataan warga mengalami sakit yang mengarah gejala virus Corona, Minggu (01/11/2020).
Petugas Puskesmas Jeunieb Bireuen melakukan sosialisasi Gencar Covid-19, kepada masyarakat Jeunieb, Sabtu (31/10/2020). (Foto/Istimewa).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bireuen, sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas dan Satgas Gampong, mulai melakukan pendataan warga mengalami sakit yang mengarah gejala virus Corona, Minggu (01/11/2020).

Keterangan diperoleh ACEHSATU.Com, petugas itu dari jajaran puskesmas, bidan desa, petugas kesehatan di gampong dan satgas Covid-19 gampong. Warga juga diimbau melapor dirinya kepada apabila ada sakit mengarah Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Kepala Puskesmas Jeunieb, NS Kafrawi SKep, MKes, ditanyai wartawan, Minggu (01/11/2020) pagi. “Tim Puskesmas Jeunieb berkoordinasi dengan bidan desa dan tenaga kesehatan di gampong, dibantu Satgas Covid-19 gampong mulai mendata warga sakit yang ada mengarah Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan selain memastikan kesehatan masyarakat di gampong, warga yang sakit demam, batuk, filek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, penciuman hilang, ispa berat, diharapkan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan, kemudian melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.

Selama menjalani proses isolasi, petugas memantau kesehatan warga dimaksud apakah sudah sembuh, jika sakit belum sembuh dan semakin memburuk maka warga itu segera dirawat, jelasnya.

Sosialisasi Gencar di Jeunieb

Kepala Puskesmas Jeunieb, NS Kafrawi SKep, MKes, kepada Acehsatu.Com juga mengatakan, dalam upaya penanganan Covid-19, UPTD Puskesmas Jeunieb juga melakukan pemasangan spanduk mulai di Puskesmas Jeunieb, Pustu Lhe Simpang dan sosialisasi Gencar Covid-19, Sabtu (31/10/2020) kemarin.

Dijelaskan, pihaknya dari beberapa hari lalu sudah sosialisasikan ke masyarakat, apabila ada kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-18, dan mempunyai gejala infeksi saluran pernafasan seperti demam, batuk pilek, nyeri tenggokan dan hilang penciuman.

“Kita minta untuk langsung melapor ke tim relawan Covid gampong, dan juga petugas kesehatan seperti bidan desa, tenaga kesehatan berdomilisi di daerah tersebut, untuk karantina mandiri 10 hari, selama isolasi di pantau oleh tenaga kesehatan yang ada dan petugas puskesmas,” terang Kafrawi.

Sementara Kepala Puskesmas Kutablang Mursal yang ditanyai wartawan Minggu (01/11/2020) mengatakan, kegiatan deteksi dini warga ini melibatkan tim terpadu Puskesmas, bidan desa, satgas gampong, perangkat gampong.

Apabila ada warga sakit mengarah gejala Covid-19, maka melakukan isolasi mandiri 10 hari. Setelah dilakukan pendataan dan ditemukan ada warga gejala sakit yang mengarah virus corona, lalu dilaporkan ke Puskesmas, tim Puskesmas melakukan pemantauan.

Warga kondisi sakitnya parah segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bireuen dan kemudian tim Dinkes melakukan pengambilan Swab, jelas Mursal seraya mengatakan kegiatan ini bagian upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pencegahan Covid-19, jelas Mursal.

Seperti diberitakan sebelumnya terkait hal tersebut, Kadinkes Bireuen dr Irwan A Gani mengharapkan partisipasi masyarakat dalam mendata warga yang sakit dengan memberikan informasi yang sebenarnya, sebagaimana tujuan pendataan langsung ke gampong sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. (*)