Petugas Gagalkan Sejumlah Pengungsi Rohignya yang Mencoba Kabur dari Kamp Penampungan di Kota Lhokseumawe

Kondisi hujan lebat dan padamnya aliran listrik di kawasan penampungan sementara pengungsi Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe, ternyata dimanfaatkan oleh para imigran Myanmar etnis Rohingya gelombang kedua untuk kabur, Selasa (17/11/2020) malam.
Pengungsi Rohingya Kabur
Dokumentasi: Pengungsi etnis Rohingya di tempat penampungan sementara di BLK Kandang Kota Lhokseumawe, Senin (7/9/2020). (ANTARA/Khalis)

Petugas Gagalkan Sejumlah Pengungsi Rohignya yang Mencoba Kabur dari Kamp Penampungan di BLK Kota Lhokseumawe

ACEHSATU.COM, LHOKSEUMAWE – Kondisi hujan lebat dan padamnya aliran listrik di kawasan penampungan sementara pengungsi Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe, ternyata dimanfaatkan oleh para imigran Myanmar etnis Rohingya gelombang kedua untuk kabur, Selasa (17/11/2020) malam.

Kelengahan petugas pengamanan di kamp pengungsian Rohingya yang terbuai oleh sejuknya udara malam akibat guyuran hujan deras digunakan sebagai kesempatan untuk kabur oleh tujuh manusia perahu gelombang kedua yang terdampar di perairan laut Lhokseumawe itu.

Pembina Satgas Penanganan Imigran Rohignya Letkol Arm Oke Kistiyanto mengatakan bahwa saat kondisi Kam pengungsian sedang hujan lebat dan listrik padam terdapat tujuh imigran gelap etnis Rohingya yang berusaha melarikan dari.

“Pertama, terdapat lima pengungsi Rohingya yang berusaha kabur dengan cara melompati pagar sekitar pukul 19.45 WIB,” kata Letkol Arm Oke Kistiyanto yang juga merupakan Dandim 0103/Aceh Utara, seperti dilansir Antara, Rabu (18/11/2020).

Dikatakannya, kelima pengungsi Rohingya yang berusaha melarikan diri tersebut berjenis kelamin perempuan yakni Samsunahar (21), Amira Bibi (18), Syahazam (18), Sajidah (20) dan Janu bibi (18).

“Mengetahui adanya pengungsi yang kabur, petugas jaga dari TNI-Polri langsung melakukan pencarian,”katanya.

Ia menyebutkan, sekitar pukul 00.20 WIB Rabu (18/11) dini hari, satu orang yang melarikan diri atas nama Samsunahar (21) berhasil ditemukan saat sedang bersembunyi di semak-semak dengan keadaan basah kuyup.

Namun, pada saat petugas melakukan pencarian terhadap empat imigran lainnya yang kabur, diketahui kembali terdapat dua orang imigran gelap melarikan diri sekitar pukul 03.00 WIB.

“Sekitar pukul 03.00 WIB, dua perempuan imigran Rohingya kembali kabur yaitu Umme Kawser ( 21) dan Aisyah Begum (15),” kata Letkol Arm Oke Kistiyanto.

Kemudian, kata dia, petugas jaga yang di bantu personil unit intel kembali menyisir semak semak di belakang eks gedung BLK dan berhasil menemukan keduanya yang sedang bersembunyi.

Tak sampai di situ, petugas jaga terus mencari sisa imigran gelap yang belum ditemukan. Berkat kesigapan petugas, pencarian sisa imigran yang melarikan diri akhirnya membuahkan hasil.

“Sekitar pukul 07.49 WIB tadi pagi kembali ditemukan tiga orang imigran atas nama Amira Bibi (18), Sajidah (20 ) dan Janu bibi (18) saat berada di salah satu kios milik warga di Mee Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, di duga sedang menunggu jemputan,” katanya.

Setelah di mintai keterangan, ketiganya imigran Myanmar etnis Rohingya tersebut diserahkan kepada petugas UNHCR Nurul Fitri Lubis dan Sem Kevin pospos.

“Saat ini tinggal satu imigran yang belum ditemukan yaitu bernama¬† Syahazam (18) dan hingga saat ini masih dilakukan pencarian oleh petugas TNI-Polri,” kata Dandim 0103/Aceh Utara. (*)