Ngeri, Petinju Ini Ngaku Siap Habisi Tyson

Ngeri, Petinju Ini Ngaku Siap Habisi Tyson

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson kembali ditantang berduel di atas ring. Kali ini, tantangan datang dari mantan juara dunia kelas berat WBA, Luis Ortiz.

Dia bahkan mengaku siap menghabisi petinju dengan julukan si leher beton itu.

Dilansir dari VIva, Ortiz mengaku sangat ingin menghadapi Tyson. Sebab, tangannya sudah gatal karena sejak November 2019 tak pernah lagi bertarung.

Pertandingan terakhirnya adalah ketika dihajar Deontay Wilder di MGM Grand, Las Vegas, Amerika. Ortiz tak berdaya menghadapi keganasan Wilder dan menyerah di ronde ketujuh.

Kekalahan itu jelas sangat menyakitkan bagi Ortiz karena menjadi yang pertama dalam 33 pertandingan profesionalnya.

Kini, Ortiz ingin mengobati rasa sakitnya dengan menjadi lawan Tyson yang belum lama ini memutuskan untuk naik ring demi melakoni sebuah laga amal.

“Semua orang tahu, aku bukan petinju yang duduk untuk memilih nama demi kenyamanan. Aku akan melawan siapa pun itu dan siapa pun yang aku inginkan,” kata Ortiz, dikutip Metro.

“Sekarang ada banyak pembicaraan tentang kembalinya Mike Tyson. Jika dia mau, aku bahkan akan menantangnya. Saya hanya perlu nama dan tanggal. Saya diberi tahu bahwa saya bisa bertarung lagi antara Agustus atau September. Bagaimanapun, saya akan siap,” tegas petinju 41 tahun itu.

Ortiz menjadi salah satu di antara penantang Tyson. Sebelumnya sejumlah nama juga tertarik untuk melawan si Leher Beton.

Salah satunya adalah Evander Holyfield. Meski memiliki usia yang lebih tua dari Tyson, Holyfield masih merasa sanggup untuk kembali mengulang kejayaannya atas Tyson.

“Itu tidak akan menjadi masalah. Saya tidak berpikir itu akan mengganggu saya untuk melakukannya. Para pejuang sejati adalah yang mampu menjaga dirinya. Meskipun aku empat tahun lebih tua darinya. Itu tidak akan menjadi masalah,” kata Holyfield, dikutip TMZ.

“Ya, aku benar-benar seperti itu dengan siapa pun, tapi aku tidak ingin mereka berpikir ini adalah situasi hidup atau mati,” sambungnya. (*)