Ekonomi

Petani Panen Padi Tadah Hujan 9 Ton/Hektare

KEDIRI, 29/10 - PADI TADAH HUJAN. Sejumlah buruh tani "matun" atau mencabut rumput di areal persawahan di Kediri, Jawa Timur, Kamis (29/10). Menyambut musim penghujan, petani yang selumnya bercocok tanam palawija mulai beralih ke tanaman padi. Produktifitas padi di lahan tadah hujan mencapai 5 - 6 ton per hektar. FOTO ANTARA/Arief Priyono/ama/09

ACEHSATU.com, LANGKAT — Petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, panen padi di lahan tadah hujan mencapai 9 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP), di lahan seluas 1.600 hektare yang ada di empat desa yang ada di Kecamatan Secanggang.

“Kita panen padi di lahan tadah hujan hasilnya sangat menggembirakan,” kata Ketua Kelompok Tani Kampung Pasir Desa Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Arifin, di Secanggang, Rabu.

Keberhasilan panen kali ini tidak terlepas dari dukungan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Pertanian Langkat, dengan mempergunakan bibit padi P3 Pioner, katanya.

“Panen ini cukup tinggi karena persawahan yang luas ini hanya mengandalkan hujan untuk bercocok tanam, namun demikian petani di sini juga sudah bisa menanam padi dua kali dalam setahun, dan hasilnya cukup tinggi,” sambungnya.

“Kami berharap tahun depan kiranya dapat lagi bantuan seperti yang kami terima sekarang ini dari mulai benih padi, pupuk, sehingga produksi padi petani disini akan terus semakin meningkat dan ini sungguh di luar dugaan karena kami hanya menargetkan panen sekitar 7,2 ton saja, ternyata hasilnya sampai 9 ton per hektarenya.”

Tentu bertambahnya produksi jelas juga bertambah pendapatan petani, dimana harga jual gabah kering panen saja sekarang ini sudah mencapai Rp5.000 per kilogramnya.

Sementara itu Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Jhon Albertson yang hadir dalam panen itu mengungkapkan rasa bangganya atas panen padi petani yang cukup tinggi ini.

“Dengan benih padi yang baik ditambah pupuk seperti Ponska, Urea, SP 36, sudah terlihat keberhasilan produksi padi petani dan ini akan terus kita peratikan agar tahun depan produksinya semakin bertambah lagi,” katanya.

“Bantuan untuk petani juga akan kita persiapkan nanti akan segera dikordinasikan dengan Dinas Pertanian Langkat, untuk segera mempersiapkan lahan lainnya untuk mendukung ketahanan pangan dari peningkatan produksi yang sangat siknifikan ini,” sambungnya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Yusfik Helmi menjelaskan hasil panen petani sekarang ini terus semakin meningkat. Sebelumnya panen di Kecamatan Sirapit di lahan seluas 250 hektare mencapai 11,6 ton dengan benih “Bernas Prima”.

Selain itu juga petani panen di Kecamatan Sirapit dan Kecamatan Kuala di atas lahan seluas 450 hektare dengan benih H6444 mencapai 10 ton per hektarenya dan petani di Kecamatan Selesai diatas lahan seluas 520 hektare dengan benih Inpari 2 juga panen 8,5 ton per hektarenya.

Produktivitas padi nasional adalah enam ton per hektare. (ANTARANews)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top