Pesta Ultah Anak Walikota, Zona Merah dan Komitmen Suadi Yahya

Pesta Ultah Anak Walikota, Zona Merah dan Komitmen Suadi Yahya

ACEHSATU.COM – Baru-baru ini kita dikejutkan dengan viralnya video perayaan ulang tahun anak Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya di salah satu kafe mewah di Jalan Merdeka Utama, Kota Lhokseumawe.

Video itu beredar melalui akun anak sang wali kota, @maulaanaazis di Instagram.

Dalam vieo terlihat Suaidi Yahya bersama istri, Cut Ernita Suaidi dengan raut wajah gembira merayakan ulang tahun dua putranya, Maulana dan Alvin.

Sekilas tak ada yang janggal.

Apalagi perayaan itu dilakukan di tempat tertutup.

Seperti yang diklarifikasi dalam pernyataan pers oleh Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya usai videonya viral.

Suadi juga mengaku sebelum pesta dimulai, dirinya sudah melakukan SOP cegah Covid-19 dan melarang orang luar bergabung.

Alasan acara yang digelar sudah sesuai protokoler pementah, Suadi juga meminta hal itu tidak menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Tapi publik sudah terlalu gerah.

Karena apa yang dilakukan Walikota dan keluarganya sangat tidak sesuai dengan komitmennya dalam melaksanakan protokol pencegahan corona.

Toh sebelumnya, Walikota Suadi juga dikenal paling bersemangat mengeluarkan instruksi untuk mencegah COVID-19.

Tak jarang ia  bersikap keras terhadap pedagang kecil dan usaha cafe yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Tidak hanya itu, Suadi juga pernah dia mencabut izin usaha sejumlah cafe yang dianggap melanggar instruksinya.

Namun semua komitmen itu pupus usai beredarnya cuplikan video tak etis tersebut.

Ketua BEM Fisip Unimal Muhammad Fadli mengatakan sangat kecewa melihat video pesta pora keluarga Walikota itu.

Fadli menilai pesta Walikota dan keluarganya sangat tidak tepat di saat pandemi corona saat ini.

Kita semua patut kecewa.

Kita semua tahu, Kota Lhokseumawe termasuk dalam kategori Zona Merah, sehingga perlu memperketat protokoler pencegahan Covid-19.

Nah, kita juga perlu mempertanyakan kembali komitmen sang pemimpin.

Ketika ia melabrak norma yang pernah dibuatnya. (*)