Pertamina Sebut Ada 6 Ribu Lebih Kendaraan Mewah Ikut Pasang Stiker BBM Bersubsidi

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mencatat dari 74.049 lembar pemasangan stiker program BBM bersubsidi yang diluncurkan Pemerintah Aceh bersama Pertamina ada enam ribuan yang terpasang diantaranya merupakan mobil tergolong mewah.
Asisten II Setda Aceh T. Ahmad Dadek, melaunching program stikering BBM Premiun dan Solar bersubsidi untuk masayarakat, di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (19/8/2020). Hanya mobil yang telah ditempeli stiker ini nantinya dapat membeli premiun dan solar bersubsidi di SPBU. Foto HO/Acehsatu

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mencatat dari 74.049 lembar pemasangan stiker program BBM bersubsidi yang diluncurkan Pemerintah Aceh bersama Pertamina ada enam ribuan yang terpasang diantaranya merupakan mobil tergolong mewah.

“Dari total yang sudah kita pasang tersebut, masih ada enam ribuan mobil tergolong mewah rela untuk dipasang stiker yang bertuliskan “Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu. Memang ada juga yang tidak mau dan mereka beralih untuk mengisi Pertalite, Pertamax, Dex atau Dexlite,” kata Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo dalam siaran pers seperti dikuti dari Antara di Banda Aceh, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan program yang digelar Pemerintah Aceh bersama Pertamina dan Hiswana tersebut bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi antrian pengisian BBM di setiap SPBU.

Ia menyebutkan sejak peluncuran yakni pada 19 sampai 25 Agustus, total stiker yang sudah ditempel di kendaraan sebanyak 74.049 lembar yang terdiri dari premium sebanyak 29.359 lembar dan stiker Solar terpasang 44.690 lembar.

Roby mengatakan dari 29.539 stiker Premium yang ditempel, sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah tetap rela memasang stiker yang bertuliskan “Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu”.

Sedangkan untuk stiker Solar, sekitar 4 ribuannya terpasang di kendaraan modern masa kini, di mana pabrikan kendaraan tersebut, jelas mencantumkan dalam buku panduan agar kendaraan menggunakan BBM diesel dengan minimum Cetane Number (CN) 51.

“Program ini berdampak pada konsumsi BBM, di mana dalam sepekan masa sosialisasi dan pemasangan stiker, tercatat penyaluran Premium dan Solar subsidi mengalami penurunan,” katanya.

Ada pun konsumsi rata-rata harian Premium pada tanggal 19 hingga 25 Agustus mencapai 454 ribu liter atau turun dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 456 ribu liter.

Asisten II Setda Aceh T. Ahmad Dadek, melaunching program stikering BBM Premiun dan Solar bersubsidi untuk masayarakat, di SPBU Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (19/8/2020). Hanya mobil yang telah ditempeli stiker ini nantinya dapat membeli premiun dan solar bersubsidi di SPBU. Foto HO/Acehsatu

Semantara untuk konsumsi BBM berkualitas menunjukkan peningkatan di mana konsumsi rata-rata harian Pertalite mencapai 1.083.000 liter per hari atau meningkat dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 1.039.000 liter.

Kemudian konsumsi Pertamax juga naik, sebanyak 264 ribu liter per hari dibanding harian normal bulan Juli yang mencapai 234 ribu liter.

Kenaikan konsumsi juga terjadi pada Dexlite yakni komsumsi perhari mencapai 30 ribu liter dari rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 15 ribu liter. Untuk Dex, konsumsi sebanyak 4 ribu liter per hari, sedangkan harian normal bulan Juli sebanyak 3 ribu liter. (*)