Pertama dalam Sejarah Iran, Bendera Merah Dikibarkan: Seruan Berperang dan Balas Dendam, Pertempuran Hebat dalam Waktu Dekat

ACEHSATU.COM – Pemerintah Iran mengibarkan mengibarkan bendera merah di kota suci Qom tak lama setelah kematian perwira tinggi militernya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan Amerika Serikat di Baghdad, Irak.

Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Iran mengibarkan bendera di masjid besar Jamkaran, sebuah situs ziarah umat Syiah. Bendera itu dianggap sebagai bentuk seruan untuk berperang dan pembalasan dendam.

Menurut tradisi kaum Syiah, bendera merah melambangkan darah yang ditumpahkan secara tidak adil. Bendera itu juga berfungsi sebagai panggilan untuk melakukan pembalasan terhadap orang yang tewas dibunuh.

Dikutip CNN, bendera merah itu juga merupakan peringatan bahwa pertempuran hebat akan terjadi dalam waktu dekat.

Bendera itu juga merupakan panggilan untuk pembalasan terhadap kematian Imam Hussein, cucu dari Nabi Muhammad SAW, yang terbunuh dalam pertempuran berdarah di Karbala. Hussein merupakan tokoh sentral bagi kaum Syiah.

Ratusan ribu orang di Iran juga menggelar protes selama akhir pekan lalu menuntut pemerintah melakukan pembalasan terhadap serangan AS tersebut. Sebagian pengunjuk rasa yang turun ke jalan meneriakkan slogan anti-AS, termasuk menganggap ‘Amerika adalah Setan’.

Tak hanya di Iran, protes terkait kematian Soleimani juga berlangsung di Irak.

Beberapa jam setelah tiba dari Irak, jenazah Soleimani diarak jutaan orang keliling sejumlah kota di Iran.

Sebagian besar warga mengenakan setelan hitam sambil membawa bendera Iran dan foto Soleimani. Beberapa dari simpatisan juga membawa poster bernada anti-Amerika.

Lihat juga: Trump Ancam Hancurkan 52 Basis Iran Termasuk Situs Budaya

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memimpin salat jenazah mendiang Jenderal Soleimani yang tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Irak.

Sejumlah pejabat tinggi Iran juga turut mensalatkan jasad Soleimani yang digelar di Teheran University pada Senin (5/1).

Sebelum disalatkan, jenazah Soleimani sempat diarak ke Kota Ahvaz beberapa jam setelah tiba dari Irak. Jasad pria 62 tahun itu akan diarak ke sejumlah kota sebelum dimakamkan pada Selasa (7/1).

Soleimani akan disemayamkan di sebuah kuil Syiah di kota suci Qom, selatan Teheran, sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Kerman. (*)