https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Kejuaraan Daerah Panahan di Aceh
Atlet cabang olahraga (cabor) panahan mengikuti latihan rutin di area stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Selasa (13/10/2020) ANTARA/Irwansyah Putra

Perpani Gelar Kejuaraan Daerah Panahan di Aceh, Perebutkan 117 Medali

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Aceh menggelar kejuaraan daerah dengan memperebutkan 117 medali.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perpani Aceh Nyak Amir di Banda Aceh, Senin, mengatakan 117 medali tersebut meliputi 39 medali emas, 39 medali perak, dan 39 medali perunggu.

“Kejuaraan daerah digelar 19-22 November mendatang diikuti lebih dari 100 atlet panahan dari 23 kabupaten kota di Aceh. Kejuaraan digelar di kompleks Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh,” kata Nyak Amir.

Kejuaraan Daerah Panahan di Aceh
Atlet cabang olahraga (cabor) panahan mengikuti latihan rutin di area stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Selasa (13/10/2020) ANTARA/Irwansyah Putra

Nyak Amir mengatakan kejuaraan daerah tersebut memperlombakan empat divisi perorangan maupun beregu, baik putra maupun putri. Serta jarak lomba 50 meter, 40 meter, dan 30 meter.

“Masing-masing pengurus kabupaten kota dibatasi mengirim maksimal empat atlet putra dan empat putri setiap divisi lomba. Setiap atlet hanya bisa didaftarkan pada satu divisi lomba,” kata Nyak Amir.

Nyak Amir mengatakan kejuaraan daerah tersebut sebagai ajang seleksi atlet panahan berbakat yang akan dikirim kejuaraan tingkat nasional. Serta menjadi ajang evaluasi bagi atlet panahan Aceh yang kini sedang dipersiapkan untuk PON 2021 di Provinsi Papua.

Nyak Amir mengatakan kejuaraan daerah yang digelar tersebut menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran COVID-19. Setiap pemanah wajib memakai masker, menjaga jarak, serta tidak ada kerumunan.

“Antusias pengurus kabupaten kota mengirimkan atletnya mengikuti kejuaraan daerah ini sangat tinggi. Apalagi pada 2020 ini tidak ada kejuaraan panahan digelar kecuali kejuaraan daerah karena pandemi COVID-19,” kata Nyak Amir. (*)