Bener Meriah

Peringati Milad GAM, Politisi PA Doa Bersama di Makam Ilyas Leube

Yuzmuha Politisi Partai Aceh (PA) Kabupaten Bener Meriah, Daerah Pemilihan I, berziarah ke makam Ulama Kharismatik Gayo, komandan dalam perang gerilya DI TII

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH – Yuzmuha Politisi Partai Aceh (PA) Kabupaten Bener Meriah, Daerah Pemilihan I, berziarah ke makam Ulama Kharismatik Gayo, komandan dalam perang gerilya DI TII, juru dakwah yang memukau ribuan orang saat berorasi, berpengetahuan agama luas, dihormati, disegani dan hidup sederhana.
Dia adalah Tengku Ilyas Lebé, berasal dari kampung Kenawat, Selasa (4/12/2018).
Dalam acara doa bersama juga dihadiri oleh Ketua DPW PA Kabupaten Aceh Tengah, Ismuddin (Renggali) mantan Ketua DPRA Muharuddin, Anggota DPRK Tgk, Muhammad Amin, Anggota DPRK Kabupaten Aceh Tengah.
Hadir juga Armansyah dan politisi Partai Aceh Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang akan maju  pada Pemilu 2019 baik tingkat DPRK, DPRA.
Juga dihadiri oleh Ustaz Amri serta segenap pengurus DPW PA Kabupaten Aceh Tengah dan DPW PA Kabupaten Bener Meriah.
Bersebelahan dengan makam Tgk H Ilyas Leube Reje Linge ke XIX itu, terdapat makam Tgk Iklil Ilyas Leube Reje linge Ke XX, serta makam Ilham Ilyas Leube Mantap Panglima GAM Wil Linge dan pernah menjabat sebagai Anggota DPRA.
Yuzmuha menyampaikan kehadiran pihaknya pada peringatan milad GAM didasari atas sebuah kesadaran yang tinggi.
“Ini merupakan kesadaran  PA untuk sama-sama merayakan milad ke 42 tahun GAM. Karena memang  partai lokal ini lahir dari rahim MoU Helsinki dan UUPA, didasari proses perdamaian Pemerintah RI dan GAM pada 15 Agustus 2005,” katanya.
Di makam Tgk H Ilyas Leube tersebut, mereka memanjatkan doa bersama sama juga diiringi dengan Bacaan Alqur’an dan  salawat Nabi.
“Kami khusus berdoa bersama dan senantiasa mengenang masa lalu dari perjuangan beliau yang mulia Almarhum Tgk Ilyas Leube.
Dikatakannya, menjaga perdamaian itu tidak semulus yang diperkirakan. Karena ada banyak kepentingan yang harus diakomodir, baik kepentingan Aceh maupun Pemerintah Pusat.
Sehingga membutuhkan diskusi dan musyawarah antara kedua belah pihak untuk mencapai kata sepakat.
Ia berharap Pemerintah Pusat ke depannya memberi ruang pada Aceh untuk memperingati Milad GAM agar bersatu dari Sabang sampai Merauke selamanya.
Menurut Yuzmuha, perdamaian itu dalam kondisi apapun harus tetap dipertahankan. Hal yang terpenting menjaga perdamaian itu adalah keterbukaan antara kedua belah pihak, termasuk dunia internasional.
“Kita harapkan dengan adanya perdamaian di Aceh berkelanjutan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (*)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top