Internasional

Perbudakan Seks dan Perdagangan Manusia Lebih Besar dari yang Dibayangkan

Penyelesaian kasus perdagangan manusia atau perbudakan seksual tak cukup mengandalkan data dan laporan yang ada, karena pada dasarnya lingkup perdagangan manusia maupun perbudakan seksual lebih besar dari yang dibayangkan.

Ilustrasi | Praktik perdagangan manusia

ACEHSATU.COM – Perbudakan seks dan perdagangan manusia merupakan masalah genting yang harus dipecahkan. Badan Kejahatan Nasional (NCA) menyatakan bahwa kejahatan ini makin marak. Untuk mengurangi aksi-aksi serupa, NCA telah menyiapkan 300 personel untuk memburu pelaku perbudakan atau perdagangan manusia di Inggris, Selasa (05/09/2017).

Dirilis dari tirto.id menyebutkan, berdasarkan catatan yang dihimpun pada Mei dan Juni, NCA telah menangkap 111 tersangka dan mengamankan sekitar 130 korban. Sementara itu, sebanyak 25 kasus masih dalam tahap pengusutan.

Menanggapi laporan NCA, komisioner independen anti perbudakan Kevin Hyland menyebutkan perbudakan manusia harus dilawan sekeras mungkin. Ia menyatakan akan mengupayakan perlindungan menyeluruh untuk korban. Hyland juga menjelaskan bahwa kampanye anti perbudakan yang dilangsungkan NCA dapat menggerakan kesadaran masyarakat sekitar.

Kepala Human Trafficking Foundation Kate Roberts menjelaskan bahwa penyelesaian kasus perdagangan manusia atau perbudakan seksual tak cukup mengandalkan data dan laporan yang ada, karena pada dasarnya lingkup perdagangan manusia maupun perbudakan seksual lebih besar dari yang dibayangkan.

Sementara itu, National Referral Mechanism (NRM) lembaga Inggris yang mengidentifikasi korban perdagangan manusia mencatat dalam setahun terakhir terdapat 1.400 korban tindak kejahatan sejenis.

 Sumber: Tirto.id

To Top