Penimbun Minyak Goreng Akan Ditindak Hukum

“Terkait adanya temuan minyak goreng sebanyak 92.676 kotak seberat 1.138.361 kilogram di gudang milik PT Salim Ivomas Pratama Tbk, Satgas Pangan Polri mendorong agar minyak goreng tersebut segera didistribusikan ke masyarakat melalui mekanisme pasar yang ada di bawah pengawasan Satgas Pangan Polri,” kata Ahmad Ramadhan.
Penimbun Minyak Goreng Akan Ditindak Hukum
“Pelaku usaha yang melakukan penimbunan dapat disangkakan Pasal 107 juncto Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang No. 7 Tahu. 2014 juncto Pasal 11 ayat 2 Perpres No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,”

ACEHSATU.COM | Jakarta – Penimbun minyak goreng akan ditindak hukum. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri memperingatkan para pelaku usaha yang menimbun minyak goreng akan ditindak karena perbuatannya itu melawan hukum dan dapat menyebabkan kelangkaan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan pelaku usaha yang terbukti melakukan penimbunan dapat kena hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-perundangan.

“Pelaku usaha yang melakukan penimbunan dapat disangkakan Pasal 107 juncto Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang No. 7 Tahu. 2014 juncto Pasal 11 ayat 2 Perpres No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,” kata Ahmad Ramadhan dalam siaran tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam siaran yang sama, Karo Penmas menyampaikan Satgas Pangan Polri juga akan segera menyalurkan minyak goreng yang ditimbun ke pasar sehingga masyarakat dapat membelinya sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Terkait adanya temuan minyak goreng sebanyak 92.676 kotak seberat 1.138.361 kilogram di gudang milik PT Salim Ivomas Pratama Tbk, Satgas Pangan Polri mendorong agar minyak goreng tersebut segera didistribusikan ke masyarakat melalui mekanisme pasar yang ada di bawah pengawasan Satgas Pangan Polri,” kata Ahmad Ramadhan.

Dalam siaran tertulis yang sama, Karo Penmas Polri lanjut menyampaikan stok atau ketersediaan minyak goreng di beberapa daerah cukup atau masih aman, tetapi ia tidak memungkiri adanya beberapa pelaku usaha yang melakukan penimbunan.

Oleh karena itu, Polri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke pasar. Satgas Pangan Polri juga mendorong lembaga terkait untuk rutin menggelar operasi pasar demi memastikan ketersediaan minyak goreng dan menjamin harganya sesuai dengan batas yang ditetapkan oleh pemerintah.

Karo Penmas Polri kembali menegaskan Satgas Pangan Polri akan selalu mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng dan memastikan ketersediaannya di pasar.

Di Deli Serdang, Timbun 1, 3 juta liter minyak goreng, akhirnya produsen dipanggil Satgas Pangan

Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menjadwalkan pemanggilan terhadap produsen yang kedapatan menimbun 1,3 juta liter minyak goreng di gudang yang berlokasi di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. 

“Pemanggilan direncanakan pada Senin 21 Februari 2022,” kata Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait di Medan, Sabtu.  

Kepada produsen, Naslindo mengatakan dari kemarin sudah meminta agar minyak goreng yang disimpan itu untuk segera disalurkan ke pasaran, sehingga masyarakat dapat memperoleh minyak goreng.  

Sayangnya, menurut dia, pihak produsen mencoba melakukan negosiasi dengan mengatakan penyaluran minyak goreng tersebut dilakukan semampunya.  

“Mereka coba negosiasi sesuai kemampuan kami. Saya bilang Anda tidak usah negosiasi begitu, saya bilang Anda tidak usah, salurkan saja ke lapangan, di lapangan kosong. Saya akan panggil dan surati dia untuk kita rapat,” ungkapnya.  

Satgas Pangan, dikatakan Naslindo akan mendalami mengenai waktu penyimpanan minyak goreng tersebut. Ketika mengunjungi lokasi tersebut dia sudah menanyakan hal itu. 

 “Data itu saya minta juga (stok berapa lama tersimpan), tidak bisa mereka berikan. Saya minta data kapan terakhir mengirim ke lapangan.

Harusnya dengan kondisi langka itu bisa terserap, itu saja disalurkan mereka sudah terserap, tidak ada alasan masyarakat sekarang masih susah mencari minyak goreng,” katanya.  

Produsen ataupun distributor lain diharapkannya dapat segera menyalurkan minyak goreng ke pasaran setelah temuan tersebut.  

“Mudah-mudahan produsen dan distributor lain sudah dengar supaya mereka melakukan atau menyerahkan suplai ke pasar,” katanya.