Lingkungan

Pengumuman AMDAL Tambang Besi PT OSS mengundang Tanda Tanya

Laporan Nukman Arung

ACEHSATU.COM, SUBULUSSALAM – Pengumuman hasil studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana kegiatan penambangan biji besi PT Organik Semesta Subur (OSS) di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam pada Jumat (12/3/2016) lalu di salah satu media cetak terbitan Aceh, mengundang tanda tanya besar.

Pasalnya, pengumuman hasil AMDAL justeru terjadi tanpa sepengetahuan pejabat terkait.

Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Subulussalam, melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup Ramlan Efendi, saat dikonfirmasi wartawan ACEHSATU.COM di ruang kerjanya, Senin (14/3/2016),  secara tersirat mengungkap adanya sinyalemen kejanggalan dalam penerbitan hasil AMDAL tersebut.

Meski pengumuman studi AMDAL PT Organik Semesta Subur sudah jauh hari disiarkan ke publik, namun Ramlan mengaku belum mendapat laporan resmi dari Kasubbid AMDAL yang dibawahinya.

Pernyataan Ramlan seolah menegaskan bahwa hasil AMDAL yang diterbitkan, terjadi tidak melalui mekanisme dan koordinasi dengan baik. “Saya hanya mengetahui beberapa waktu lalu kalau Kasubbid saya ada turun kelapangan bersama PT Organik Semesta Subur untuk melakukan Studi AMDAL. Mengenai hasil lapangan belum ada dilaporkan kepada saya dan saya pun tidak tahu kalau ini telah diumumkan,” sebutnya.

Sementara di sisi lain, penghimpunan penyusunan dokumen AMDAL, sebagaimana pengumuman hasil AMDAL, diklaim sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012.

Kegiatan penambangan sendiri dilakukan berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi yang diterbitkan Walikota Subulussalam bernomor 188.45/113.3/TAHUN 2014 tanggal 24 September 2014 tentang Penciutan Wilayah dan Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT Organik Semesta Subur, tidak diketahui .

Lebih jauh, berdasarkan pengumuman data teknis, perusahaan tersebut juga diketahui mengusulkan luas areal IUP mencapai 990 hektare, dengan perkiraan produksi pertahun sebesar 890.989 ton, jumlah ovdrburden 41.078 ton, luas rencana jalan 29,49 hektare, luas areal kantor 1,18 hektare dan jangka waktu kegiatan tambang selama 20 tahun.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top