Pengakuan Pemilik Warung: Cai Changpan Bawa Karung, Duitnya Banyak, Ada Pistol dan Celurit

Cai Changpan Mualaf
Terpidana mati, Cai Changpan dan Kawasan Hutan Tenjo. Foto Net

ACEHSATU.COM – Sebulan lebih napi Cai Changpan kabur dari Lapas Tangerang. Setelah susah payah 8 bulan menggali lubang untuk kabur dari lapas, WN China itu ditemukan tewas gantung diri di hutan.

Cai Changpan yang berhasil kabur dari Lapas kelas I Tangerang, sejak 14 September 2020 diduga membawa senjata api dan senjata tajam dalam pelariannya di kawasan hutan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Dugaan Cai Changpan alias Jong Fan membawa senjata api diceritakan oleh seorang warga Tenjo, pemilik warung makan, Evi (bukan nama sebenarnya).

 “Setiap pembeli yang datang selalu membawa cerita soal Jong Fan. Mereka bilang buron itu di hutan bawa karung, duitnya banyak, dipinggulnya ada pistol dan celurit,” ujar Evi dikutip dari Tempo.

Evi juga mengatakan pernah ada orang yang disuruh membelikan makan dengan diupah Rp 50 ribu. “Sudah banyak yang cerita seperti itu,” ujar Evi.

Terkait informasi senjata api jenis pistol itu juga sudah sampai ke telinga kepolisian. Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Pratomo Widodo menyatakan polisi telah menyelidiki informasi tersebut.

 “Kami selidiki, infonya yang bersangkutan bawa senpi rakitan tapi itu dalam lidik (-penyelidikan),” ujar Pratomo.

Dilansir Tempo, Sabtu (17/10/2020) pelarian Cai Changpan sudah memasuki hari ke-34. Cai kabur pada Senin dini hari 14 September 2020.

Selang 4,5 jam kemudian Cai sudah sampai di Tenjo. Dia menumpang ojek minta diantar ke rumah istri keduanya di Desa Cilaku.

Cai memberi ongkos Rp 42 ribu kepada tukan ojek dan terakhir diturunkan di Desa Babakan Rajeg, pinggir hutan. Sejak itu Cai berada dalam hutan. Dan disebut warga keberadaannya timbul tenggelam.

Pihak kepolisian sudah menerjunkan sedikitnya 60 personil terdiri Satuan Narkoba, Satuan Reserse Kriminal Polrestro Tangerang dan Brimob Polda Metro Jaya. Mereka disebar di 12 desa dengan posko pemantauan sebanyak 27 titik.

Polisi juga sudah berjibaku dengan empat anjing pelacak memburu Cai Changpan sejak 22 September 2020. Selain itu juga melibatkan 25 petugas Lapas Kelas 1 Tangerang yang turut mencari Cai di lokasi pinggir Hutan Tenjo.

Sebagaimana dikutip dari berkas putusan atas nama Cai Changpan, Senin (21/9/2020), Cai melakukan kejahatannya pada Oktober 2016 silam. Cai ditangkap pada 26 Oktober 2016 pagi di Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi Timur, Tangerang.

Dari penangkapan pertama itu, didapati dari mobil Cai sabu seberat 20 kg. Dari penangkapan itu, polisi menyasar ke gudang di Maja Tangerang.

Di lokasi kedua ini, didapati 90 kg sabu. Ada 70 kg di antaranya disimpan di dalam 5 unit kompresor pembersih kandang ayam.

Aparat tidak tinggal diam dan mencari lagi lokasi penyimpanan sabu. Aparat menyasar sebuah rumah di Desa Tegal Wangi, Jasinga, Bogor. Dari lokasi ini, didapati 25 kg sabu.

Dari penangkapan itu, Cai diproses secara hukum dan berkasnya dilimpahkan ke pengadilan. Kepada majelis hakim, Cai menyatakan ia pernah tinggal di Indonesia selama lima tahun dan kembali lagi ke China. Setelah itu, ia kembali lagi ke Indonesia untuk bisnis jahatnya itu.

Cai mengaku ia hanya disuruh bosnya, Ahong untuk mengedarkan narkoba di atas. Tiap 1 kg sabu, ia mendapatkan upah Rp 4 juta.

Cai sudah menikahi orang Indonesia, Nurhayah pada 2012 dan dikaruniai seorang anak.

Pada 17 Juli 2017, PN Tangerang menjatuhkan hukuman mati kepada Cai. Hukuman mati itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banteng pada 27 September 2017. (*)