oleh

Pengakuan Mengejutkan Janda Muda yang Digilir Delapan Pria di Semak-semak

-Viral-132 views

ACEHSATU.COM | KALIMANTAN TIMUR –  Cerita menceengangkan datang dari Tenggarong, Kutai, Kalimantan Timur. Seorang janda muda pasrah diperkosa bergilir oleh delapan orang pemuda di semak-semak.

NS, janda muda beranak satu ini pun pasrah ketika dipaksa untuk melayani 8 orang pemuda disebuah semak-semak.

Seperti dilansir TribunKaltim.com, kkorban janda muda yang masih berusia 22 tahun ini tak kuasa melawan ketika dibawa ke di sebuah semak-semak.

Delapan orang pria dan janda muda ini kepergok tengah berhubungan intim disemak-semak di samping bangunan sebuah radio, Jl Stadion Tenggarong, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 08.00.

Namun, ketika dipergoki oleh warga, kedelapan pria ini langsung melarikan diri.

Para pria ini kabur menerobos semak-semak disamping dan belakang bangunan gedung.

Mereka kabur menggunkan berplat nomor Samarinda.

NS pun mengaku pasrah saat dipaksa melayani nafsu bejat pra pria tersebut.

NS menceritakan awal mula kejadian hingga dirinya dibawa ke sebuah semak-semak dan melakukan hubungan intim layaknya suami istri bersama delapan orang pria.

Berdasarkan pengakuannya, janda muda ini baru saja dirudapaksa oleh delapan orang pria.

NS mengatakan, dirinya tak bisa melawan lantaran diancam oleh para pria tersebut.

Karena takut, Ia pun pasrah dan menuruti kemauan para pria tersebut untuk melayani hasratnya.

“Saya barusan dirudapaksa delapan pria. Saya nggak bisa melawan karena diancam, daripada saya kenapa-kenapa,” tuturnya dikutip TribunnewsBogor.com dari kepada Tribunkaltim.co

NS menceritakan, awalnya ia sedang berjalan-jalan di lokasi Car Free Day (CFD).

Kemudian, janda muda ini mengaku diajak sekelompok pria menggunakan sepeda motor.

Ia pun menurut dan ikut diatas motor meskipun berbocengan tiga.

Bahkan, NS mengaku saat itu duduk diposisi tengah dan diapit antara pria didepan dan di belakang dia saat dibonceng menggunakan sepeda motor.

“Saya boncengan tiga, saya duduk di tengah,” ucap perempuan yang mengenakan kaus merah hati dan celana jins ketat.

Ia mengaku bajunya sempat ditarik-tarik beberapa pria itu.

Namun tidak ada sama sekali terlihat bajunya robek.

Secara blak-blakan, NS mengaku pernah memakai narkoba.

Ia menunjukkan kedua lengannya yang ada bekas suntikan.

“Ayah saya preman di Timbau, sekarang dia dipenjara karena tertangkap sabu,” ucap NS tanpa ditanya.

Perempuan berambut panjang ini mengaku punya seorang anak usia 7 tahun.

Saat ini anaknya sedang bersama orangtuanya di Loa Kulu.

Menurutnya, para pria yang memperkosannya itu berasal dari Samarinda.

“Saya ingin pria-pria yang merudapaksa saya ditangkap. Mereka datang dari Samarinda semua,” ucapnya.

Tak lama, mobil polisi pun datang menjemput NS.

Tanpa sungkan, ia mengaku baru saja dirudapaksa 8 pria saat didatangi 2 petugas polisi.

Bahkan ketika petugas keamanan radio minta izin mengambil gambar NS untuk dokumentasi karena TKPnya persis disamping kantor mereka.

Namun, janda muda tampak tidak canggung saat gambarnya diambil oleh petugas.

Malahan, NS langsung bergaya dengan kedua tangannya ke atas dan 2 jarinya membentuk simbol “peace”.

Petugas kepolisian segera mermbawa NS ke kantor Polsek Tenggarong untuk dimintai keterangannya.

Dipergoki Warga

Aksi delapan orang pria dan seorang janda muda berinisial NS kepergok oleh warga.

Perempuan itu kepergok warga dan petugas keamanan Radio sedang berbuat mesum bareng dengan 8 pria.

Beberapa pria langsung kabur menerobos semak-semak di samping dan belakang gedung.

Mereka kabur menggunakan motor berplat nomor Samarinda.

“Saya memergoki perempuan ini bersama banyak pria. Saya lihat ada 2 perempuan tadi, cuma yang ditahan satu orang,” kata Niko.

Mereka melakukan hubungan layaknya suami-istri di samping bangunan radio, tepat di belakang musala.

Semula Niko yang sedang bertugas jaga memergoki seorang pria sendirian duduk di atas motor.

Pria tersebut berada dekat pintu masuk gedung radio yang memang sepi karena pas hari libur.

Ketika didekati pria itu segera kabur dengan motornya.

Nico langsung mengecek ke samping bangunan yang ditumbuhi semak.

Ia menjumpai sekelompok pria sedang berbuat asusila, sampai akhirnya mereka kabur.

Nico segera menghubungi pihak kepolisian, sementara NS ditinggalkan oleh para pria tersebut di lokasi bangunan radio. (*)

Komentar