Pengacara Klaim Terdakwa Pemerkosa Keponakan di Aceh Korban Fitnah

Mahkamah Syar'iyah (MS) Aceh memberi vonis bebas kepada DP (35), yang didakwa memperkosa keponakannya di Aceh Besar. Kuasa hukum DP, Tarmizi Yakub, menyebut kliennya merupakan korban fitnah.
pengadilan
ilustrasi : Vonis hukuman mati

Pengacara Klaim Terdakwa Pemerkosa Keponakan di Aceh Korban Fitnah

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH –Mahkamah Syar’iyah (MS) Aceh memberi vonis bebas kepada DP (35), yang didakwa memperkosa keponakannya di Aceh Besar. Kuasa hukum DP, Tarmizi Yakub, menyebut kliennya merupakan korban fitnah.

“Terdakwa ini korban fitnah seseorang. Anak ini (korban) memang korban pemerkosaan, tapi yang melakukan orang lain,” kata Tarmizi kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Tarmizi mengatakan nenek korban sudah membuat laporan baru ke Polda Aceh, Senin (29/3). Dalam laporan itu, pelaku pemerkosaan disebut berinisial A.

Dia keluarga dekat korban,” jelas Tarmizi.

Dia menyebut bakal mengawal kasus yang menjerat DP hingga berkekuatan hukum tetap. Tarmizi berharap pelaku pemerkosaan yang sebenarnya segera diadili.

Menurutnya, kasus DP diselidiki dengan terburu-buru. Seharusnya, kata Tarmizi, DP bebas pada sidang tingkat pertama.

“Proses hukum yang terburu-buru. Jadi agenda pembelaan, sidang (langsung) putusan,” ujarnya.

Dalam persidangan di tingkat banding, kata Tarmizi, pihaknya mengajukan sejumlah bukti seperti argumentasi dan fakta hukum serta anak yang mencabut keterangan awal serta pelapor yang mencabut keterangan. Dia juga melampirkan visual pengakuan korban yang menerangkan terdakwa tidak melakukan pemerkosaan, tapi yang melakukan orang lain.

“Bukti itu kami ajukan dalam banding,” bebernya.

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi terhadap anak di bawah umur itu diduga dilakukan ayah kandung korban MA dan paman korban DP pada Agustus 2020. Keduanya diadili dalam berkas terpisah.

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut DP dengan hukuman 200 bulan penjara. Majelis hakim memvonis DP pada Selasa (30/3) sesuai tuntutan JPU.

“Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana dakwaan alternatif kedua,” putus majelis hakim MS Jantho.

Terdakwa tidak terima atas putusan itu, lalu mengajukan banding ke MS Aceh. Apa kata majelis hakim MS Aceh?

“Membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memerintahkan agar Terdakwa dikeluarkan dari tahanan seketika itu juga,” putus hakim seperti dikutip , Minggu (23/5/2021).

Hakim MS Aceh menyatakan DP tidak terbukti bersalah memperkosa orang yang memiliki hubungan mahram dengannya dakwaan alternatif kedua, yang diatur dalam pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Putusan itu diketuk majelis hakim, Kamis (20/5). Jaksa tak terima dengan putusan MS Aceh dan mengajukan kasasi.