Penelusuran Alamat KTP Warga Mojokerto yang Ditemukan di Sarang ISIS Yaman

Pemberontak Houthi menemukan KTP diduga milik warga Kabupaten Mojokerto saat menggeledah tempat persembunyian teroris ISIS di Provinsi Al Bayda, Yaman.
Ditemukan KTP diduga Warga Mojokerto saat penggeledahan pemberontak Houthi (Foto: Tangkapan Layar)

ACEHSATU.COM – Pemberontak Houthi menemukan KTP diduga milik warga Kabupaten Mojokerto saat menggeledah tempat persembunyian teroris ISIS di Provinsi Al Bayda, Yaman.

Warga yang tinggal di sekitar alamat pada KTP tersebut menyebutkan, nama itu tidak pernah tinggal di lokasi tersebut.

Sebuah KTP warga negara Indonesia (WNI) yang ditemukan pemberontak Houthi tampak bukan jenis KTP elektronik (e-KTP). Masa berlakunya hingga 24 Desember 2013. Tertulis nama Syamsul Hadi Anwar, warga Japan Raya Jalan Basket blok NN 15, RT 1 RW 12, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada KTP tersebut.

Detikcom pun mendatangi rumah sesuai alamat pada KTP tersebut. Ternyata, rumah bercat kuning dan oranye itu tidak berpenghuni. Kanopi rumah sudah rusak berat. Halamannya ditumbuhi rumput dan ilalang tanda lama tak terurus.

Uang rupiah dan KTP warga Mojokerto ditemukan di sarang ISIS (Foto: Tangkapan Layar)
Uang rupiah dan KTP warga Mojokerto ditemukan di sarang ISIS (Foto: Tangkapan Layar)

Selanjutnya, detikcom mewawancarai sejumlah warga yang tinggal di dekat rumah Jalan Basket Blok NN No 15. Salah satunya Slamet (55), yang tinggal selama 16 tahun di Jalan Basket blok OO nomor 44, Perumahan Japan Raya. Rumahnya hanya sekitar 20 meter di sebelah timur rumah Blok NN 15.

“Saya sudah lihat videonya, sudah lihat KTP dalam video tersebut. Saya sama sekali tidak kenal dengan Syamsul Hadi Anwar, bukan warga sini,” kata Slamet kepada wartawan di lokasi, Senin (31/8/2020).

Ia menjelaskan, rumah di Blok NN No 15 ini pertama kali dibeli dan ditempati Agus Sudaryono sekitar tahun 2002. Agus merupakan karyawan distributor minuman di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Setahun kemudian, rumah ini dibeli M Subekhan alias Aan, karyawan dealer mobil di Mojokerto. Menurut Slamet, tidak ada nama Syamsul Hadi Anwar di keluarga Aan maupun Agus.

“Rumah ini ditinggalkan Pak Aan yang pindah tugas ke Kalimantan sejak sekitar tahun 2009,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Atik (43) yang tinggal persis di sebelah timur rumah blok NN No 15. Dia menempati rumahnya di Blok NN No 16 sejak 20 tahun silam. Selama puluhan tahun, Atik mengaku tidak pernah kenal dengan nama Syamsul Hadi Anwar.

Ditemukan KTP diduga Warga Mojokerto saat penggeledahan pemberontak Houthi (Foto: Tangkapan Layar)

“Rumah ini pertama kali ditempati Pak Agus, sempat ditempati keponakan Pak Agus, namanya Pak Pri sekitar tahun 2002. Kemudian dijual ke Pak Aan sekitar tahun 2003, ditempati Pak Aan sendiri,” terangnya.

Atik menuturkan, tidak ada keluarga Aan bernama Syamsul Hadi Anwar yang pernah tinggal di rumah Blok NN No 15. Menurut dia, istri Aan bernama Eni Mufidah. Sedangkan dua anaknya bernama Steven berusia sekitar 19 tahun dan Valda diperkirakan masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Pak Aan pindah ke Kalimantan tahun 2012-2013 karena pindah tugas ke sana. Setelah itu dikontrak koperasi selama dua tahun. Pegawai koperasi yang tinggal di sini dua orang,” jelasnya.

Data yang diperoleh detikcom dari pengurus RT 1 RW 12, rumah milik Aan pernah disewa Koperasi Bangun Jaya Mandiri sekitar 2014-2015. Dari 14 pegawai koperasi, hanya 5 orang yang tinggal di rumah tersebut. Tidak ada seorang pun karyawan koperasi ini yang bernama Syamsul Hadi Anwar.

Selesai dikontrak koperasi, rumah milik Aan dibiarkan kosong sampai sekarang. “Sampai sekarang dibiarkan kosong. Hanya beberapa bulan lalu adik ipar Pak Aan memperbaiki kerusakan teras,” tandas Atik. (*)