Penelitian Tindakan Kelas

penelitian tindakan kelas menjadi salah satu kunci atau solusi keberhasilan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pada kelasnya.
Lenny Anita, S.Pd.I
Lenny Anita, S.Pd.I Guru PAI pada SMP Negeri 7 Birem Bayeun kabupaten Aceh Timur

Oleh: Lenny Anita, S.Pd.I
Guru PAI pada SMP Negeri 7 Birem Bayeun kabupaten Aceh Timur

ACEHSATU.COM | Penelitian Tindakan Kelas merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menerapkan berbagai macam model pembelajaran baru ataupun penggunaan media yang belum pernah dilaksanakan di kelas dimana guru mengajar.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat keefektifan mengajar guru dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan sintaks dari sebuah model pembelajaran.

Sehingga, penelitian tindakan kelas dapat menjadi salah satu solusi dalam penyelesaian masalah dalam kegiatan belajar mengajar di dalam dan luar kelas.

Serta, penelitian tindakan kelas juga dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Mengapa penelitian tindakan kelas menjadi salah satu solusi dalam penyelesaian masalah dalam kegiatan belajar mengajar serta dapat meningkatkan mutu pembelajaran?

Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru melakukan kegiatan belajar mengajar tahap demi tahap sesuai sintaks sebuah model pembelajaran yang akan diterapkan, ketika guru melakukan pengamatan dapat dengan jelas mengetahui kelebihan dan kelemahan peserta didik ketika kegiatan belajar berlangsung.

Kemudian, guru juga dapat melakukan tindak lanjut dari kondisi dan hasil belajar peserta didik sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Guru menjadikan penelitian tindakan kelas sebagai salah satu kegiatan dalam meningkatkan hasil ataupun motivasi belajar serta kompetensi lainnya pada peserta didik karena penelitian tindakan kelas pada dasarnya memiliki tujuan untuk:

1. Memperbaiki pola mengajar guru dan perilaku peserta didik yakni mengubah gaya mengajar dengan menggunakan metode mengajar yang menarik, sehingga dapat meningkatkan minat belajar bagi peserta didik di kelas yang tadinya fakum dan monoton menjadi lebih aktif.

2. Meningkatkan dan memperbaiki praktik pembelajaran dimana guru dapat menggunakan beraneka ragam model pembelajaran agar peserta didik tidak merasa jenuh dengan gaya belajar yang membosankan.

Memberi peserta didik peluang untuk berperan aktif dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan cara mengajak belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar.

Artinya, guru harus menggunakan metode pembelajaran yang menarik seperti salah satunya dengan menerapkan model picture and picture.

Model ini merupakan pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan menggunakan media yang menarik.

Sehingga, peserta didik merasa berada di dunianya sendiri yaitu dunia anak-anak dimana mereka dilibatkan dalam bermain sambil belajar sehingga dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang berpihap pada murid.

Selain dari pada itu, penelitian tindakan kelas juga memiliki manfaat yang luar biasa, baik bagi guru, peserta didik, maupun sekolah, diantaranya adalah meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di kelas, mengembangkan kinerja profesionalisme guru, melatih guru untuk menjadi problem solver andal, melatih meningkatkan kreatifitas guru, menumbuhkan rasa percaya diri guru, dan meningkatkan kualitas sekolah.

Salah satu keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat dari beberapa indikator, salah satunya melalui nilai atau hasil belajar yang diperoleh peserta didik.

Artinya, semakin banyak atau besar persentase keberhasilan peserta didik yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka semakin besar tingkat keberhasilan guru dalam mengajar.

Tindakan terkait keberhasilan peserta didik dapat berupa penerapan kegiatan dan penggunaan media pembelajaran seperti

1. visualisasi, seperti membuat gambar sebagai media pembelajaran terkait materi yang akan disampaikan kepada peserta didik.

2. Permainan, misalnya mengajak peserta didik untuk bermain dalam menyelesaikan tugasnya terkait materi yang akan disampaikan oleh guru atau dengan menggunakan metode bermain peran, namun harus disesuaikan dengan materi terkait. Dan

3. alat peraga yang sesuai dengan materi terkait, misalnya menggunakan suatu benda tiruan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berfikir abstrak bagi peserta didik.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menjadi salah satu kunci atau solusi keberhasilan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pada kelasnya.

Sehingga disarankan bagi guru untuk terus berupaya melakukan perubahan dengan menerapkan model atau media pembelajaran yang menarik agar mutu pembelajaran di dalam dan luar kelas menjadi lebih baik.