Banda Aceh

Pendapatan Aceh dari Migas Hampir Tamat

Ilustrasi. NET

Ilustrasi. NET

Laporan Edi Sofyan

ACEHSATU.com, BANDA ACEH – Pakar Perminyakan Unsyiah, DR Ir Hasan Yudi Sastra DED menyebutkan, beberapa tahun terakhir ini angka produksi minyak dan gas (migas) yang dihasilkan Aceh menunjukkan penurunan.

Menurutnya, pendapatan Aceh dari sumber tersebut akan segera berakhir bila langkah pengoptimalan potensi migas yang dimilikinya tidak dilakukan.

Ia mengatakan, dari sekian blok yang kita miliki, hari ini kita hanya memproduksi migas misalnya blok di Kuala Simpang, sekitar 3.000 barel perhari. Sementara ada satu blok lagi hanya sekitar 150. Jadi jangan harapkan lagi pendapatan Aceh dari migas.

“Pendapatan Aceh dari migas hampir tamat,” ujarnya saat menjadi narasumber kegiatan serial diskusi Prakarsa Politica bertajuk “Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk Kepentingan Siapa?”  di D’Rodya Cafe Banda Aceh, Selasa (22/12/2015)

Dia menjelaskan, penurunan angka produksi migas Aceh terjadi akibat tidak tumbuhnya industri perminyakan daerah ini.

Sementara persoalan birokrasi juga harus terus dibenahi guna menumbuhkan minat investasi eksplorasi migas.

“Kita harapkan dengan pembentukan BPMA akan memberikan semangat bagi industri minyak dan gas di Aceh,” pungkas Hasan Yudie Sastra. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top