Pemuda Kluet Tengah Dukung Rafli Perjuangkan Jaringan Telkomsel Hingga Alur Kejrun

Perjuangan anggota komisi VI DPR RI Rafli menyuarakan pembangunan Telkomsel untuk sejumlah wilayah terisolir di Aceh Selatan patut didukung penuh dan patut diapresiasi.
Kluet Tengah
Adli Gunawan. Foto Dok. pribadi.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Salah satu persoalan penting bagi masyarakat di daerah terisolir yakni aksesibilitas dan transportasi.

Perjuangan anggota komisi VI DPR RI Rafli menyuarakan pembangunan Telkomsel untuk sejumlah wilayah terisolir di Aceh Selatan patut didukung penuh dan patut diapresiasi.

“Sejak Indonesia merdeka Alue Kejrun kecamatan Kluet Tengah terisolasi dan tak ada akses jaringan disana sehingga begitu menyulitkan bagi masyarakat disana. Apabila terjadi bencana alam di sana, masyarakat kawasan lain di Kluet Tengah sangat kesulitan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat Alue Kejren dikarenakan akses layanan komunikasi yang tidak ada,” ungkap mantan ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kluet Tengah (IPMA Kluet) Adli Gunawan kepada ACEHSATU.COM, Rabu (24/11/2021).

Kluet Tengah
Adli Gunawan. Foto Dok. pribadi.

“Alhamdulillah, ternyata diam-diam anggota DPR RI asal Aceh Rafli telah menyampaikan langsung hal tersebut ke manajemen Telkomsel pusat dan kami mendapat Khabar kabat hal itu telah direspon langsung oleh pihak telkomsel. Sebagai putra Kluet Tengah kami mendukung penuh dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pak Rafli terkait akses komunikasi dan informasi bagi masyarakat di daerah terpencil,” tambah Adli.

Pemuda asal Kluet Tengah Aceh Selatan itu menjelaskan, Desa Alue Keujreun, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu desa dengan penduduk sekitar 250-an jiwa yang terdiri dari 68 KK.

Daerah yang dikenal dengan destinasi Arung Jeram dan Ikan Kerling/Ikan Dewa itu mengalami kesulitan hingga saat ini di sektor aksesibilitas.

Masyarakat di wilayah tersebut harus mendayung sampan sekitar 20 Km jika ingin mengakses jaringan internet.

“Kondisi ini tentunya membuat masyarakat sulit berkomunikasi dengan pihak lainnya apabila terjadi bencana semacam serangan hewan liar dan bencana lainnya. Masyarakat disana begitu sulit untuk mendapatkan akses informasi karena tidak adanya internet, sehingga membuat masyarakat Alue Keujreun terbelakang dan tertinggal,” paparnya.

Adli menyebutkan, kemudahan akses telekomunikasi merupakan sesuatu yang sudah lama dirindukan masyarakat Alue Kejren.

“Kita berharap akses telekomunikasi ini benar-benar dapat terwujud dalam 1-2 tahun ke depan, sekali lagi mewakili masyarakat dan pemuda, kita sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian pak Rafli, selain persoalan listrik, persoalan aksesibilitas yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat selalu diperjuangkan dan disuarakan oleh beliau,” ujarnya.

Selain itu, kata Adli, pemuda Kluet Tengah berharap Pemkab Aceh Selatan dapat merespon dan menanggapi cepat peluang ini sebagai bentuk sinergistas.

Apalagi perizinan pembangunannya nanti juga ditangani oleh Pemkab jadi birokrasinya jangan sampai dipersulit.

“Peluang pembangunan akses telekomunikasi ini kita harapkan dapat ditanggapi cepat oleh  pemkab Aceh Selatan, jangan sampai selalu ketelatan,” katanya mengingatkan.

“Kami sarankan Pemkab Aceh Selatan segera menyurati Telkomsel dan komisi VI DPR RI sebagai bentuk respon dan kesiapan pemkab, jangan sampai ketika pemerintah pusat ingin membangun daerah, selalu terhambat oleh sikap dan kesiapan pemkab. Apalagi Bupati Aceh Selatan sudah turun langsung dan berselfie ria di Alue Kejren, sangat tak logis jika peluang pembangunan telekomunikasi ini diabaikan begitu saja,” tutupnya. (*)