Foto

Pemko Subulussalam Dituding Permainkan Nasib Tenaga Honorer

Laporan Nukman Arung

ACEHSATU.COM, Subulussalam — Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Subulussalam menilai kebijakan pemberhentian ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam masih menyisakan tanda tanya besar.

Ilustrasi. NET

Ilustrasi. NET

Hal itu diungkapkan Ketua Perwakilan YARA Kota Subulussalam Edy Sahputra Bako, Selasa (23/02/2016).

Edi menyebutkan, Pemerintah Kota Subulussalam awalnya telah menetapkan kebijakan untuk memberhentikan tenaga honorer berdasarkan Surat Edaran bernomor 800/245.a/75.020.3/2014 tertanggal 13 November 2014. Surat tersebut merupakan teguran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Pemeriksa Keuangan kepada Kepala Daerah terkait tenaga honorer, tenaga kontrak dan tenaga sukarela.

Namun diam-diam, pihak Pemko melalui satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) kemudian memasukkan beberapa koleganya menjadi tenaga honorer baru. “Ada apa ini? Kami menyesalkan sikap Pemerintah Kota Subulussalam yang semena-mena dan tidak transparan,” tudingnya.

Atas kasus tersebut, Edy mendesak wakil rakyat agar bertindak cepat dan tegas. Dia berharap persoalan ini tidak sekedar diwacanakan melainkan ditelusuri langsung keberadaan tenaga kontrak dan honorer di masing-masing SKPK.

“Apabila benar dimasukkan secara diam-diam panggil kepala dinasnya, coba pertanyakan payung hukumnya, kok berani nambah tenaga kontrak atau honorer tanpa aturan yang jelas,” demikian Ketua Perwakilan YARA Kota Subulussalam.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top