Pemilik Kafe di Takengon Tewas Diamuk Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Saat ini Polres Aceh Tengah, masih terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya TR alias H (40) warga Kampung Toweren Toa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah diduga menjadi korban pengeroyokan.
Pemilik Kafe di Takengon Tewas Diamuk Massa
Ilustrasi pengeroyokan (ANTARA)

Pemilik Kafe di Takengon Tewas Diamuk Massa

ACEHSATU.COM | ACEH TENGAH – Pemilik Kafe di Takengon tewas diamuk massa di lokasi wisata milik korban di kawasan Lhong Gayo Indah, Kampung Toweren, Kecamatan Lut tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Ahad (29/11/2020).

Saat ini Polres Aceh Tengah, masih terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya TR alias H (40) warga Kampung Toweren Toa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah diduga menjadi korban pengeroyokan.

“Kami masih menyelidiki kasus ini,” kata Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Arif Sanjaya, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, kasus dugaan pengeroyokan terhadap TR alias H tersebut diduga dianiaya oleh sekelompok orang di lokasi wisata milik korban di kawasan Lhong Gayo Indah, Kampung Toweren, Kecamatan Lut tawar, Kabupaten Aceh Tengah.

Sebelum pengeroyokan terjadi, korban sedang menerima tamu  yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang dan sedang menikmati hiburan musik.

Pemilik Kafe di Takengon Tewas Diamuk Massa
Ilustrasi pengeroyokan (ANTARA)

Kata AKP Arif Sanjaya, tiba-tiba di luar lokasi wisata terdengar keributan dan teriakan, sehingga dengan spontan korban TR keluar dari rumah dan menghampiri massa.

Dalam pertemuan tersebut, kata kasat reskrim, massa yang mengaku dari beberapa kampung (desa) meminta agar kegiatan hiburan musik pada malam hari tersebut agar dihentikan, karena di kawasan ini sedang ada kegiatan tahlilan.

Kemudian situasi memanas dan korban kemudian diramaikan oleh massa dan menjadi sasaran pengeroyokan.

Melihat kejadian tersebut, penyewa lokasi wisata kemudian meminta agar massa menghentikan pemukulan dan korban sudah tergeletak di tanah.

Melihat kejadian tersebut, isteri korban berinisial M berteriak histeris melihat korban dilarikan RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah guna mendapatkan penanganan medis.

Namun setiba di rumah sakit korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan ini sehingga korban tewas di tempat,” kata AKP Arif Sanjaya. (*)