Pemerintah Indonesia Salurkan Bantuan USD500.000 untuk Palestina

Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina sebesar USD500.000 atau sekitar Rp7,14 miliar.

Pemerintah Indonesia Salurkan Bantuan USD500.000 untuk Palestina

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina sebesar USD500.000 atau sekitar Rp7,14 miliar.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard mengungkapkan, bantuan tersebut akan diberikan melalui Palang Merah Internasional.

“Pemerintah Indonesia terus memberikan bantuan kepada pemerintah Palestina, termasuk kepada pengungsi Palestina,” kata Febrian saat rapat bersama Komisi I DPR RI, Selasa.

Febrian menuturkan, Indonesia sebelumnya telah memberikan bantuan sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp14,3 miliar kepada pengungsi Palestina di Jerash Camp, Yordania, pada 2019.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Pada 2020, Indonesia juga memberikan bantuan ke Palestina sebesar USD 1 juta untuk dukungan penanganan Covid-19 dan kemanusiaan melalui UNRWA.

Indonesia telah melakukan berbagai upaya diplomasi terkait isu Palestina, termasuk menyampaikan kecaman atas serangan Israel.

Menurut Febrian, Indonesia juga terus memberikan tekanan kepada Israel melalui berbagai forum internasional, seperti PBB maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Sekarang kita akan dorong pembahasan Palestina di Dewan HAM (PBB) menjadi suatu pertemuan special session,” ucap Febrian.

Militer Israel melancarkan serangan udara di seluruh Jalur Gaza sejak 10 Mei, meninggalkan jejak kerusakan besar-besaran di seluruh wilayah pantai.

Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin mengungkapkan korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah bertambah jadi 212 jiwa, termasuk 61 anak, 35 perempuan, dan 16 orang lanjut usia, serta lebih dari 1.400 orang luka-luka.

Sedikitnya 10 orang Israel juga tewas akibat tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.

Ketegangan yang dipicu serangan orang-orang Israel ke area permukiman Sheikh Jarrah dan kompleks Masjid al-Aqsa, ini dimulai di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadan, dan kemudian meluas ke Gaza.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Mereka kemudian menduduki seluruh wilayah kota pada 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.