Pemerintah Luncurkan Insentif Pajak Mobil Mulai Maret 2021, Harga Sedan Turun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah menetapkan relaksasi pajak barang mewah tersebut tidak hanya akan meningkatkan daya beli konsumen tetapi juga meningkatkan produksi mobil selama pandemi Covid-19.
SPG Mobil | Foto Detik

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Tekad pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi semakin jelas. Untuk mencapai target itu pun Pemerintah mengeluarkan kebijakan instif pajak sektor otomotif guna meningkatkan penjualan kenderaan bermotor khususnya mobil.

Terkait hal itu Pemerintah Indonesia telah memberikan lampu hijau untuk memberikan insentif Pajak Mobil Mewah (PPnBM) untuk kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc untuk sedan dan kategori 4×2 dengan kandungan lokal di atas 70%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya telah menetapkan relaksasi pajak barang mewah tersebut tidak hanya akan meningkatkan daya beli konsumen tetapi juga meningkatkan produksi mobil selama pandemi Covid-19.

Guna mendukung kebijakan ini Pemerintah akan mengeluarkan PMK. Pemerintah menargetkan implementasi insentif sudah berjalan pada Maret 2021 bulan depan.

Insentif tersebut akan diberikan dalam tiga tahap selama 9 bulan ke depan, dengan setiap tahap berlangsung untuk tiga bulan. Pada tahap pertama (dari Maret hingga Mei 2021), pemerintah akan memberikan insentif pajak mobil mewah 100% (PPnBM 0%).

Sedangkan tahap kedua berlaku pada Juni hingga 21 Agustus 2021, insentif pajak barang mewah akan diturunkan menjadi 50%, kemudian fase ketiga, insentif pajak barang mewah hanya 25%.

Menurut perhitungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemberian insentif pajak mobil mewah diharapkan dapat meningkatkan produksi mobil lain 81.752 unit, atau tambahan 10,9% dari target penjualan mobil oleh industri.

Diharapkan akan terjadi peningkatan volume penjualan mobil domestik pada tahun 2021 selama penerapan insentif pajak mobil mewah selama 9 bulan dari Maret 2021. (*)